Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Libatkan Pelaku Rantai Pasok Konstruksi, Berharap Bisa Berkiprah di PPU

Wawan-Wawan Lastiawan • Senin, 4 Desember 2023 - 16:52 WIB
Photo
Photo

AHMAD MAKI/KP

RANTAI PASOK: Stan bata ringan Cv Alika Jaya Abadi yang hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Koordinasi Sub Urusan Jasa Konstruksi (Jakon) kabupaten dan kota se- Kaltim yang dihelat di Kantor Bupati PPU belum lama ini.

Foto: Riviana Noor

 

Libatkan Pelaku Rantai Pasok Konstruksi – Judul

Riviana: Kami Berharap Mereka Bisa Berkiprah di PPU – Sub   

 

PENAJAM- Ada yang menarik dalam kegiatan Rapat Kerja Koordinasi Sub Urusan Jasa Konstruksi (Jakon) kabupaten dan kota se- Kaltim yang dihelat di Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), belum lama ini. yakni keterlibatan pelaku rantai pasok yang menampilkan bahan – bahan material dalam memenuhi kebutuhan jasa konstruksi. Salah satunya keterlibatan Cv Alika Jaya Abadi berupa produk material bata ringan yang dapat mengapung di permukaan air.

Supervisor Riski Bebi Auliana menyebutkan, bata ringan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut merupakan usaha lokal asli PPU yang dikelola secara mandiri bersama pihak keluarga. Diakuinya, awal pengembangan bisnis tersebut diliriknya berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar.

“Karena memang incaran kami berupa bata ringan untuk pembangunan masa kini,” kata Riski kepada Kaltim Post.

Riski menyebutkan, biasanya dirinya mengambil produk serupa di Balikpapan. Namun dengan harga yang terbilang tinggi serta sulitnya dalam transportasi pengiriman mengakibatkan harga bata ringan tersebut semakin mahal.

“Dari situlah kami mengembangkan usaha ini yang dijalankan secara mandiri dengan pemanfaatan lahan perkebunan milik orang tua,” ujarnya.

Dirinya berharap melalui pemerintah daerah mendapatkan bantuan berupa jaringan dalam mempromosikan produk bata ringan asli lokal yang satu – satunya ada di PPU.

“Selain itu kami juga berharap adanya bantuan yang menjadi kekurangan kami, yakni bangunan tempat beratap untuk tempat penampungan bata tersebut agar tidak kehujanan sewaktu proses pengeringan,” timpalnya.

Saat ini, Riski mengakui usaha yang dirintis sejak 2015 lalu, sudah terjual di PPU dan Kabupaten Paser. Dengan tiga karyawan pekerja pencetakan bata ringan dan satu kepala pengawas.

“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, yang kebetulan dihadiri PUPR kota atau kabupaten lain di Kaltim. Agar sasarannya bisa dilirik di dalam program pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), timpalnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Riviana Noor menjelaskan, adapun keterlibatan pelaku rantai pasok tersebut dapat mensupport pekerjaan - pekerjaan jasa konstruksi yang ada di PPU.

“Karena sehebat atau sebesar apapun anggaran di bidang jasa konstruksi kalau tidak didukung oleh rantai pasok yang memadai tentu tidak bisa juga berbuat apa – apa,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar pelaku rantai – rantai pasok di bidang jasa konstruksi dapat berkiprah di PPU.

“Sehingga kita tidak lagi kesulitan mencari bahan – bahan kostruksi di luar PPU. Makanya dengan adanya stan – stan ini, kita berharap bahwasanya PPU juga memiliki rantai pasok jasa konstruksi,” tungkasnya.

 

 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#ADV PEMKAB PPU