Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkot Siapkan Lahan Bongkar Muat

amir-Amir KP • Sabtu, 12 Januari 2019 - 15:19 WIB
BERI SOLUSI: Asisten III Pemkot Muhammad Saufan (dua dari kiri) koordinasi terkait permasalahan bongkar muat barang di kawasan Pasar Pandansari.
BERI SOLUSI: Asisten III Pemkot Muhammad Saufan (dua dari kiri) koordinasi terkait permasalahan bongkar muat barang di kawasan Pasar Pandansari.

BALIKPAPAN  –   Polemik bongkar muat kendaraan bertonase besar di sekitar kawasan Pasar Pandansari, akhirnya dijawab pemerintah kota. Solusi pun  langsung diberikan. Wali Kota Rizal dan Sekkot Sayid Fadli melalui Asisten III yang juga mantan Kepala Dinas Perdagangan, Muhammad Saufan menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama sejumlah pedagang dan warga di Pasar Pandansari. Balikpapan Barat.

 

“Untuk wilayah pasar diperlukan sekali tempat bongkar muat, karena banyak mobil yang melakukan bongkar muat berupa sayuran dan sembako,” kata Muhammad Saufan kepada Balikpapan Pos, Kamis (10/1) sore.

Untuk tempat bongkar muat barang sudah menjadi ide beberapa tahun lalu, tetapi belum terealisasi. Dalam dua pekan lalu, wali kota dan sekda kembali memberikan ide tersebut, sehingga dirinya diminta untuk bisa menindaklajuti di lapangan.

“Karena menyangkut kenyamanan masyarakat sehingga perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat langsung,” ucap Saufan.

Dalam hal ini tim 18 sepakat untuk membangun lokasi bongkar muat sementara di kawasan Pasar Pandansari yang berupa tanah lapang yang nantinya akan dilakukan semenisasi dengan panjang 125 meter dan lebar 22 meter.

“Pihak terkait sudah setuju dengan usulan lokasi sementara bongkar muat tersebut,” ungkapnya.

Dinas Pekerjaan Umum pun untuk menghitungkan jumlah anggaran yang nantinya akan diusulkan ke walikota untuk dimintai persetujuan lebih lanjut.

“Dan ketika sudah disetujui akan dilakukan proses pembangunannya,”sambungnya.

Sedangkan untuk jam bongkar muat belum di tetapkan, dan akan dibicarakan kembali setelah pembangunan selesai. Dan untuk pedagang kaki lima akan menunggu penyelesain pembangunan bekas kebakaran selesai.

“Karena PKL yang ada saat ini rata-rata pedagang yang memiliki kios di tempat tersebut,” tuturnya.

Dirinya mengakui bahwa di tahun 2019 sudah dianggarkan sebesar Rp 10 miliar untuk perbaikan pasar, sehingga ketika pasar tersebut sudah rapi maka pedagang yang memiliki kios tersebut bisa segera kembali ke tempatnya. (may/rus)

Editor : amir-Amir KP