TANJUNG REDEB – Lampu lalu lintas atau traffic light di simpang empat Jalan Murjani II dan Jalan Mangga III, Tanjung Redeb mati sejak empat hari lalu. Hal itupun dikhawatirkan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng mengaku sudah mengetahui kerusakan traffic light simpang empat di Jalan Mangga III. Pihaknya pun kini tengah melakukan proses perbaikan.
“Kami tidak tutup mata, kami sudah memonitor kerusakaan itu dan saat ini sedang proses perbaikan,” ujarnya kepada Berau Post Rabu (22/6).
Dirinya mengungkapkan, kerusakan lampu lalu lintas itu terjadi akibat tersambar petir beberapa waktu lalu. Sehingga, ada komponen yang rusak dan saat ini sedang dilakukan perbaikan.
“Kami masih menunggu alat tersebut datang, karena di Kabupaten Berau alat yang kami inginkan tidak ada sehingga memesan dari luar daerah,” jelasnya.
Terkait estimasi perbaikan, ia tidak bisa memberikan kepastian. Akan tetapi sesegera mungkin pihaknya akan memperbaiki sehingga lampu tersebut bisa kembali normal. “Jika barang yang kami butuhkan sampai, maka sesegera mungkin akan kami perbaiki. Karena kami juga tidak bisa memastikan kapan bisa normal,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau itupun mengimbau masyarakat untuk bisa berhati-hati. Pasalnya, jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang padat. “Intinya jangan ugal-ugalan jika melintas, karena ditakutkan bisa membahayakan pengguna jalan lain,” tandasnya.
Sebelumnya, salah satu masyarakat Tanjung Redeb, Rizki menyebut matinya lampu lalu lintas tersebut sangat membahayakan pengguna jalan. Apalagi banyak kendaraan yang melintasi jalan tersebut.
“Jika tidak diatur pasti semeraut yang melintas. Itu bisa terjadi kecelakaan karena banyak yang tidak mau mengalah,” ujarnya. Seperti di jam istirahat dan jam berangkat serta pulang anak sekolah.(aky/arp)
Editor : izak-Indra Zakaria