Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Solar Susah, Nelayan Sulit Melaut, Harga Ikan Naik

izak-Indra Zakaria • 2019-10-28 10:21:27

BALIKPAPAN-Kelangkaan solar subsidi di Balikpapan turut berdampak ke harga ikan di pasaran. Karena banyak nelayan tidak melaut, menyebabkan pasokan ikan di pasar berkurang.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Arzaedi Rachman melalui Kepala Seksi (Kasi) Bahan Pokok Srategis Rudianto mengatakan, permintaan ikan di pasaran tidak menurun. Kondisi itu tak diimbangi dengan ketersediaan pasokan ikan. “Membuat kenaikan harga ikan mencapai 50 persen,” ucapnya.

Disdag Balikpapan mendata harga ikan laut pada enam pasar di Kota Minyak. Mulai Pasar Klandasan, Pandansari, Pasar Baru, Muara Rapak, Sepinggan hingga Pasar Segar. Kenaikan harga ikan berkisar Rp 10 ribu-Rp 25 ribu per kilogramnya.

Seperti ikan tongkol seharga Rp 25 ribu. Padahal sebelumnya, hanya Rp 10 ribuan per kilogramnya. Kemudian ikan trakulu mencapai Rp 50 ribu per kilogramnya. Sebelumnya hanya berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya.

Pun demikian, dengan komoditas laut lainnya. Seperti udang yang harganya melambung. Sebelumnya hanya Rp 40 ribu per kilogram, menjadi Rp 70 ribu per kilogramnya. “Memang beberapa bulan terakhir, banyak nelayan yang enggak melaut. Selain kondisi cuaca, juga dipengaruhi bahan bakar minyak yang terbatas,” terang dia.

Saat ini, jumlah nelayan yang terdata di Manggar, Balikpapan Timur sebanyak 700 orang. Dengan jumlah pengepul solar sebanyak 20 orang. Kesepakatan sebelumnya, satu pengepul menerima jatah 1.000 liter solar setiap tiga hari pengiriman ke solar packed dealer nelayan (SPDN) atau stasiun pengisian bahan bakar nelayan.

Belakangan, ternyata para pengepul cuma diberi jatah sekitar 500 liter solar. Sementara konsumsi solar rata-rata nelayan sebanyak 50 liter untuk sekali melaut. Dengan demikian, satu pengepul hanya bisa melayani 10 nelayan. Maka nelayan yang bisa dilayani seluruh pengepul di Manggar hanya 200 orang. “Padahal nelayan yang aktif melaut siang dan malam lebih dari itu,” keluh Ketua Persaudaraan Nelayan Tradisional Balikpapan Sakirang.

Akibat kelangkaan solar tersebut, para nelayan sering berselisih. Berebut untuk mendapatkan solar dari pengepul, yang jumlahnya terbatas. Maka, dia berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar masalah kelangkaan solar subsidi bisa teratasi. “Setiap hari, selalu ada yang berkelahi, gara-gara solar ini. Makanya harus dicari solusinya. Khususnya dari dinas (Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan),” harap Sakirang. (kip/rom/k15)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan