Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Waspadalah..!! Positif Corona Makin Banyak dari Kelompok OTG

izak-Indra Zakaria • Kamis, 11 Juni 2020 - 19:09 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA–Hampir tiga bulan sejak kasus pertama Covid-19 di Kaltim dilaporkan, total jumlah kasus positif di provinsi ini sudah menembus angka 351 orang. Dalam beberapa hari terakhir, mereka yang terkonfirmasi terjangkit corona banyak yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Masyarakat diminta waspada meskipun tak merasakan gejala. Meski begitu, sejauh ini angka kesembuhan juga tinggi. Dari 351 yang positif, 216 orang sudah sembuh.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak mengungkapkan, kasus sembuh Covid-19 di Kaltim pada Selasa (9/10), ada tiga kasus. Semua kasus sembuh berasal dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Selain itu, semua pasien juga berasal dari klaster Gowa. Sedangkan, penambahan kasus yang dilakukan pemeriksaan laboratorium Covid-19 dengan hasil konfirmasi positif sebanyak 13 kasus.

Kasus pertama berasal dari Berau. Dia adalah pasien dengan kode BRU 38, laki-laki 23 tahun merupakan OTG yang akan kembali bekerja di Berau. BRU 38 bukanlah kasus OTG pertama yang diketahui positif karena dia hendak kembali bekerja. Senin (8/6), sejumlah kasus positif ketahuan ketika yang bersangkutan hendak kembali bekerja.

Sedangkan Kutai Kartanegara (Kukar), kembali bertambah satu kasus. Lagi-lagi, kasus merupakan OTG.

Yang bersangkutan adalah pasien dengan kode KKR 60, laki-laki 43 tahun yang merupakan OTG dan kontak erat dengan pasien KKR 51. Kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak terkonfirmasi Covid-19. Kemudian, dari Kutai Timur (Kutim), sama seperti kasus di Berau. Dia adalah OTG yang baru ketahuan positif ketika hendak bekerja. Dia adalah KTM 41, laki-laki 25 tahun.

"Yang bersangkutan merupakan kasus OTG yang akan kembali bekerja di Kutai Timur. Kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan sejak terkonfirmasi Covid-19," sambungnya. Lalu, positif selanjutnya dari Paser dengan kode PSR 16, laki-laki 34 tahun. Dia merupakan kasus OTG yang kontak erat BPN 55.

Pasien tersebut kini dirawat di RS Pertamina Balikpapan. Kemudian, kasus positif selanjutnya dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan 1 kasus. Dia adalah PPU 21, laki-laki 25 tahun yang merupakan kasus orang dalam pemantauan (ODP) dari klaster anak buah kapal (ABK) Amertha dengan hasil rapid test reaktif.

Kasus dirawat di RSUD Ratu Aji Putri Botung, Penajam. Kemudian, dari Balikpapan sebanyak 3 kasus. Pertama adalah pasien dengan kode BPN 81, laki-laki 43 tahun, dan BPN 82, perempuan 19 tahun. Merupakan OTG yang kontak erat BPN 62. Kasus dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) DR R Hardjanto.

Ketiga, BPN 83, laki-laki 63 tahun merupakan kasus  pasien dalam pengawasan (PDP) yang kontak erat dengan BPN 62. Kasus dirawat di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). Dengan tambahan kasus positif  itu, membuat Balikpapan telah mengonfirmasi 83 orang positif Covid-19. Kota ini pun menjadi wilayah yang paling tinggi kasus positifnya di Kaltim. Dari 83 orang, 2 orang di antaranya telah meninggal. Sedangkan 50 orang telah dinyatakan sembuh dan saat ini masih ada 31 orang yang menjalani perawatan. 

Balikpapan pun kembali merawat pasien positif paling banyak di Kaltim. Selanjutnya, masih ada tambahan lagi sebanyak 5 kasus dari Samarinda. Tambahan kasus ini berasal dari dunia pelayaran. Pertama, adalah pasien dengan kode SMD 52 (laki-laki 32 tahun), SMD 54 (laki-laki 23 tahun), dan SMD 56 (laki-laki 37 tahun). Kemudian, SMD 53 (laki-laki 22 tahun), dan SMD 55 (laki-laki 44 tahun). Mereka merupakan OTG dan pelaku perjalanan dari Makassar.

Kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda. Terkait lima pasien baru itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Samarinda Ismed Kusasih mengatakan bahwa pasien tersebut semuanya merupakan kasus impor. "SMD 52, SMD 53, SMD 54, Ketiga orang tersebut adalah staf perusahaan pelayaran,” katanya kemarin. Lanjut dia, riwayat perjalanan mereka adalah, pada 2 Juni 2020 dari Makassar. Kemudian, pada 3 Juni 2020, dilakukan screening awal berupa rapid test oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Samarinda dengan hasil reaktif.

“Lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Diskes, rapid IFA (immunofluorescence) positif," jelas Ismed.

Kemudian, pada 4 Juni 2020, dilakukan swab dengan hasil positif. Sejak 6 Juni 2020 hingga sekarang, mereka diisolasi di RS Karantina Covid-19 Samarinda. Lalu, SMD 55 dan SMD 56 adalah staf perusahaan keagenan pelayaran yang melayani kapal dalam negeri di Makassar dan baru pulang ke Samarinda.

Pada 3 Juni 2020, ucap Ismed, dilakukan screening awal oleh KKP Samarinda dengan hasil rapid test reaktif. Setelah itu dilanjutkan dengan pemeriksaan IFA positif. Lalu dilakukan pemeriksaan swab dengan hasil positif pada 4 Juni. "Sekarang juga ada di RS Karantina Covid-19 Samarinda. Dalam keadaan baik dan stabil," jelasnya. (nyc/riz/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona