Rumah sakit kini menyiapkan skenario penanganan dengan terus meningkatnya pasien Covid-19. Seperti penambahan ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan, kemudian ruang ICU, serta penambahan ruang UGD.
BALIKPAPAN - Angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 hingga kini terus meningkat. Rumah sakit saat ini kembali siap siaga.
Direktur RSKD Edy Iskandar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario yang disebut disaster plan, yakni planning A, B, dan C. “Dari kasus sebelumnya, kami berkaca dan melakukan penyempurnaan,” terangnya.
Ia menjelaskan, disaster plan A berjalan jika angka BOR di bawah 25 pasien, kemudian 25-100 planning B, dan 100-200 pasien untuk plan C. Hal itu sudah disusun. Termasuk kalau ada ledakan kasus, pihaknya juga sudah menyiapkan skenario penanganan.
Selain itu, upaya lainnya dilakukan. Seperti, penambahan ruang isolasi bagi pasien bergejala ringan, kemudian ruangan ICU, serta penambahan ruangan UGD.
Dari data DKK Balikpapan per Sabtu (19/2), BOR kamar isolasi rumah sakit mencapai 39 persen dan BOR ICU Covid-19 rumah sakit 13 persen. Ada 119 orang berada di isoter Pemkot dan 604 orang di isoter perusahaan, serta 198 orang di rumah sakit karena bergejala sedang. Sementara di ICU dirawat sembilan pasien karena bergejala berat.
Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, jika tidak ada gejala berat masyarakat diharapkan menggunakan fasilitas isoter yang ada. “Atau bisa juga di rumah namun dengan persyaratan yang berlaku,” bebernya.
Ia menerangkan, kasus saat ini penularannya sangat cepat. Namun, warga yang terpapar virus, baik varian Delta ataupun Omicron hanya bergejala ringan karena mayoritas warga telah menjalani vaksinasi hingga dosis kedua. (ms/k15)
AJIE CHANDRA
ajie.chandra@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria