Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sungai Seleq Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Andalan

izak-Indra Zakaria • 2023-02-06 13:43:50
DESTINASI: Kondisi Sungai Seleq yang masih terjaga alaminya. Salah satu potensi besar objek wisata alam di Kongbeng, Kutim.
DESTINASI: Kondisi Sungai Seleq yang masih terjaga alaminya. Salah satu potensi besar objek wisata alam di Kongbeng, Kutim.

Berdekatan dengan konsesi perusahaan kayu PT Gunung Gajah Abadi (GGA), Sungai Seleq memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Sungai yang terletak di kawasan Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu, ditunjang dengan kondisi air yang jernih mengalir di sepanjang sungai. 

 

LINGKUNGAN hijau dan asri membuatnya semakin menarik untuk dikunjungi. Apalagi letaknya berbatasan dengan Kecamatan Muara Wahau. Tentu membuat masyarakat memiliki pilihan destinasi. Mengingat, di Muara Wahau terdapat dua air terjun yang indah. Sedangkan di Kongbeng, terdapat Goa Angin dan Sungai Seleq.

DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim, berkesempatan menikmati lebih dekat alam yang ada di Sungai Seleq. Mereka berkemah di sekitar sungai yang terlihat dangkal dilengkapi bebatuan itu. Untuk menuju ke area sungai, memerlukan waktu sekitar 45 menit dari Jalan Poros Kongbeng-Berau arah Hutan Lindung Wehea. Sedangkan dari Sangatta, harus menempuh waktu hampir lima jam perjalanan. 

Ketua DPC HPI Kutim Askhar Muzakkar menjelaskan, objek wisata ini juga menjadi andalan di Kecamatan Kongbeng. Jika dilihat dari pantauan udara, terlihat jelas ribuan bebatuan kerikil yang membentuk sebuah pulau. Melengkapi keindahan sungai tersebut.

“Sepintas memang mirip Sungai Atan di Busang. Lokasinya sangat cocok mendirikan tenda. Tapi, harus melihat faktor cuaca. Kalau air pasang sangat tidak disarankan,” ujarnya.

Kendati demikian, aliran di Sungai Seleq sangat jernih dan cocok untuk melepas penat. Udaranya juga masih sejuk dan suasananya tenang di kelilingi hutan. Belum lagi setiap pagi bisa melihat langsung wira-wiri berbagai macam fauna. Seperti lutung merah, monyet, burung enggang hingga kicauan burung lainnya.

“Tapi air sungainya deras. Perlu kehati-hatian agar tidak terbawa arus. Tenang saja, lokasinya aman untuk berendam atau hanya berenang kecil. Tidak ada hewan buas. Intinya tetap utamakan keselamatan,” terangnya.

Bersama timnya, Askhar mengaku mempunyai misi mengenalkan potensi wisata yang ada di 18 kecamatan di kabupaten ini. Kali ini pihaknya mengekspos spesial wisata yang ada di Kongbeng. Sehingga terpilihlah Sungai Seleq. Bahkan sudah ada beberapa dokumentasi video dan foto dari beberapa kecamatan yang disambanginya bersama timnya. Mulai wisata sejarah, alam, budaya hingga kuliner. 

“Kami fokusnya A Magic Land of East Kutai yang berarti Kutim adalah negeri yang ajaib. Kan merangkum semua potensi wisata lengkap dari laut, sungai, hutan, pegunungan dan sebagainya,” bebernya.

Sementara itu, Kasi Objek Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim Ahmad Rifani mengatakan, Sungai Seleq menjadi salah satu primadona wisata Kongbeng. Sebab memang sangat menarik dari segi alamnya. Jika musim liburan, tempat ini banyak disinggahi warga sekitar. 

“Bahkan ada yang dari luar yang berkunjung ke sana (Sungai Seleq),” paparnya.

Untuk menunjang kelayakan fasilitas sarana dan prasarana, pihaknya pun telah membangun sebuah gazebo yang memadai untuk bersantai. Apalagi sejalan dengan fokus Dispar saat ini, pengembangan objek wisata di Kongbeng dengan fasilitas yang memadai untuk menunjang pariwisata. 

“Area Sungai Seleq memang cocok untuk para pecinta alam. Apalagi bagi yang ingin mencari suasana berbeda. Suasananya sepi, bisa fokus menikmati dan merasakan alamnya,” sebutnya.

Walaupun perjalanan cukup melelahkan, tapi hasilnya terbayar dengan kondisi alam sungai pedalaman yang masih khas.  Rasa segar menjalar di seluruh tubuh ketika berendam. 

“Menjadi sensasi tersendiri keunggulan yang dimiliki Sungai Seleq. Dengan airnya yang masih alami dan terjaga, silakan mencoba,” tuturnya. (dq/far)

 

 

Editor : izak-Indra Zakaria