Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terinspirasi dari Mesin Fotokopi, Punya Gaya Eropa

izak-Indra Zakaria • 2023-05-22 11:57:56
SUGUHAN TEMPAT NYAMAN: Salah satu konsep yang ada di Potokoffie adalah fine dining yang cukup bernilai estetis. Tempat yang nyaman untuk bersantai dan lebih intim bisa dinikmati. Spesialnya tempat ini punya konsep khas Eropa. Selain itu, dengan harga terj
SUGUHAN TEMPAT NYAMAN: Salah satu konsep yang ada di Potokoffie adalah fine dining yang cukup bernilai estetis. Tempat yang nyaman untuk bersantai dan lebih intim bisa dinikmati. Spesialnya tempat ini punya konsep khas Eropa. Selain itu, dengan harga terj

Kawasan Prevab, tepatnya di Jalan Angklung, Kecamatan Samarinda Ulu, tumbuh subur tempat ngopi dan bersantai. Potokoffie salah satunya.

 

POTOKOFFIE, berasal dari kata “pot-o-koffie”, yang merupakan cara penyebutan orang Balikpapan. Itu karena orangtua dari pemilik kedai kopi ini Junisar Vicini dan Evelyn Gunawan, sebelumnya berbisnis di bidang penjualan mesin fotokopi di Kota Minyak.

“Kami memilih nama itu karena ingin menggambarkan kami bisa ‘fotokopi’ hal-hal yang bagus dari coffee shop lain, tapi tetap mengembangkannya dengan ciri khas kami sendiri,” kata Junisar. 

Junisar dan Evelyn tertarik membuka kedai kopi di Samarinda karena melihat potensi pasar yang besar. Apalagi masa pandemi lalu, mereka melihat bahwa coffee shop di Samarinda masih bisa bertahan dan ramai dikunjungi. “Kami sering ke Samarinda dan melihat ada banyak pelanggan dari Balikpapan yang kembali ke sini. Ada juga yang minta kami buka cabang di sini. Jadi kami memutuskan untuk mencoba peruntungan di Samarinda,” ujar Evelyn. 

Tempat yang satu ini menawarkan berbagai menu kopi dan non-kopi yang bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Selain itu, mereka menyediakan tempat yang nyaman dan instagramable untuk bersantai atau bekerja. “Kami ingin membuat pelanggan merasa betah dan puas. Kami juga selalu berusaha untuk konsisten dalam membuat rasa kopi yang enak dan sesuai selera pelanggan,” ungkap Junisar.

 Namun, ada hal lucu yang pernah terjadi di kedai kopi ini. Beberapa orang datang membawa dokumen dan uang Rp 5 ribu, mengira bahwa Potokoffie adalah tempat fotokopi. “Barista kami sampai bingung harus bagaimana. Tapi kami tetap melayani mereka dengan baik dan menjelaskan bahwa ini adalah kedai kopi, bukan fotokopi,” cerita Evelyn sambil tertawa. 

Mengusung konsep berbeda dengan cabangnya di Balikpapan, kedai kopi satu ini berlokasi di sebuah rumah tua yang direnovasi selama dua bulan. Dengan desain interior yang menarik dan nyaman, Potokoffie Samarinda menawarkan pengalaman ngafe yang berkesan. “Kami ingin membuat Potokoffie Samarinda lebih seperti rumah sendiri. Jadi pelanggan bisa merasa nyaman untuk pertemuan atau mengerjakan tugas,” jelasnya. Di dalam kedai kopi, ada tiga konsep ruangan yang berbeda. Ada ruangan minimalis yang cocok untuk bersantai, ada ruangan semi privat yang dilengkapi dengan sekat-sekat untuk mengobrol tanpa terganggu. 

Selain itu, di lantai dua Potokoffie Samarinda, ada konsep ruangan ala Eropa yang eksklusif dan intim. Ruangan cocok untuk fine dining atau merayakan hari spesial. Untuk bisa masuk ke ruangan ini, minimal order mulai Rp 300–500 ribu per meja. “Kami membuat ruangan untuk pelanggan yang ingin menikmati suasana lebih privat dan romantis. Kami juga menyediakan fasilitas booking full satu ruangan jika pelanggan menginginkannya,” kata Junisar. Ide untuk membuat konsep tersebut dari referensi di Pinterest.

 

Meski di kawasan Jalan Angklung banyak kedai kopi lain, Junisar dan Evelyn tidak merasa resah. Mereka justru melihat hal itu sebagai peluang untuk menarik lebih banyak pelanggan. “Kami memilih lokasi itu bukan karena melihat banyak coffee shop di sini. Kami memang mencari rumah tua yang bisa kami modifikasi sesuai dengan konsep kami. Kami berharap Potokoffie Samarinda bisa menjadi pilihan bagi pencinta kopi dan fotografi di sini,” tutup Junisar. 

Selain di Samarinda, Potokoffie juga memiliki dua outlet di Balikpapan. Di Grand City Mall dan di kawasan Ruhui Rahayu. Salah satu menu andalan Potokoffie adalah can atau kopi dalam kaleng kustom. Kaleng didatangkan langsung dari Jakarta dan tidak akan ditemukan di tempat lain di Samarinda. “Can adalah kopi dengan brown sugar yang bisa disimpan hingga seminggu jika belum dibuka. Banyak pelanggan yang memesan can untuk stok atau hampers. Kami sempat kehabisan kaleng karena permintaan yang tinggi,” cerita Evelyn. (dra/k16)

 

ARINA NURHIDAYAH
areenaheedayah@kaltimpost.co.id

 

Editor : izak-Indra Zakaria