TENGGARONG - Setelah berbulan-bulan menggarap sawah, berpeluh dan bergelut dengan lumpur, akhirnya petani dapat memanen padi. “Panen padi hampir 1 hektare ini tentu merupakan hari yang membahagiakan bagi petani, khususnya yang tergabung dalam Gapoktan Desa Bukit Raya Kecamatan Samboja,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Kukar Rendi Solihin.
Di hadapan para petani Desa Bukit Raya, Rabu (13/9), Wabup mengatakan, memang tidak mudah untuk menjadi petani. Apalagi dengan kondisi saat ini, cuaca tidak menentu. Ketersediaan sarana produksi juga masih terbatas, termasuk aspek pemasaran yang sulit.
Sering hasil panen petani tidak sesuai harapan karena serangan hama, kekeringan atau kebanjiran. “Inilah suka dan duka yang harus dihadapi petani dan keluarganya selama ini,” ujarnya.
Rendi mengklaim, Kukar telah menjadi lumbung pangan di wilayah Kaltim. Sebanyak 45 persen lebih kebutuhan pangan disuplai dari Kukar. “Semua ini berkat kerja keras, kerja bersama para petani sekalian, dalam mengembangkan pertanian di wilayah Kukar,” ujarnya.
Namun, perlu diketahui, Pemkab Kubar masih 60 persen lebih ditopang oleh dana bagi hasil migas. Semua kekayaan sumber daya alam tersebut sudah senja, semua akan habis pada waktunya nanti. Untuk itu, pemkab melalui program Kukar Idaman berkonsentrasi penuh meningkatkan pertanian dalam artian luas. (prokom02/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria