Dua kali dijadwalkan konser, penyanyi Bruno Mars terpaksa harus menelan kekecewaan.
Bruno Mars telah membatalkan konser keduanya di Tel Aviv, setelah serangan mendadak di Israel oleh Hamas pada hari Sabtu (7/10).
Dilansir dari The Guardian dan The New York Times, Minggu (8/10) telah terjadi serangan darat, laut, dan udara, yang terjadi pada hari libur Yahudi.
Perdana Menteri Israel yaitu Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya sedang berperang dengan kelompok militan tersebut.
Live Nation Israel mengumumkan di Instagram dalam bahasa Ibrani yang diterjemahkan melalui Google menyatakan, “Pelanggan yang terhormat, penampilan Bruno Mars yang rencananya berlangsung malam ini dibatalkan,”.
Mereka menambahkan, “Semua pembeli tiket pertunjukan akan menerima pengembalian dana otomatis ke kartu kredit yang digunakan untuk membeli.”
Kami mendukung penduduk Israel, pejuang IDF, dan pasukan keamanan di saat-saat sulit ini," tambah Live Nation Israel.
Sebelumnya, Bruno Mars menjalankan konser pertamanya di Israel di HaYarkon Park pada hari Rabu, yang mana pada keesokan harinya, dia memposting foto dirinya menghadap kerumunan massa di Instagram dengan tulisan "Tadi malam".
The New York Times memberikan laporan, “Serangan yang terjadi pada hari Sabtu menyebabkan sedikitnya 250 orang tewas dan 1.452 luka-luka di Israel.”
Mereka juga melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan sedikitnya 198 orang tewas dan setidaknya 1.610 orang terluka di Jalur Gaza menyusul pembalasan Israel.
“Apa yang terjadi hari ini belum pernah terjadi sebelumnya di Israel,kami akan memenangkan perang ini, namun konsekuensinya tidak dapat ditanggung,” Kata Perdana Menteri Israel. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria