BALIKPAPAN – Sinyal kuat butuh perpanjangan waktu pada proyek perbaikan DAS Ampal muncul. Mengingat hingga kini, proyek dengan skema anggaran tahun jamak ini masih berproses.
Seperti diketahui, pekerjaan yang berlokasi di Jalan MT Haryono tersebut seharusnya rampung pada akhir Desember.
Kepada awak media, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, proyek perbaikan DAS Ampal dalam proses pekerjaan. Semua berjalan sesuai regulasi dan ketentuan. “Kalau memang perlu, ada penambahan waktu selama memenuhi aturan dan ketentuan,” katanya dalam gelaran Ekspose Akhir Tahun 2023 di BSCC Dome.
Rahmad mengaku, sudah berpesan kepada OPD terkait agar proyek tidak lepas dari aturan dan ketentuan. “Pengusaha juga tidak mau lambat. Tapi, ini bagian dari proses pekerjaan,” katanya. Dia mengaku, tak ada kendala dalam pekerjaan di lapangan. Melainkan proyek masih butuh waktu untuk rampung sepenuhnya.
Apalagi perpanjangan waktu diperbolehkan dalam kontrak kerja. Namun, teknisnya yang mengetahui pasti dari Dinas Pekerjaan Umum. “Biasa namanya pembangunan, tapi yang penting kan tidak mangkrak,” tuturnya. Dia memahami aktivitas masyarakat akan terganggu dari perbaikan infrastruktur.
Terutama, karena perbaikan DAS Ampal berada di kawasan jalan yang padat. Namun dia berharap, warga Kota Minyak bisa memahami dan mau berkorban sementara waktu. Dia menjelaskan, jika ingin mencapai sesuatu dengan maksimal harus melewati proses dulu. Itu butuh perjuangan dan pengorbanan.
“Warga kota perlu pengorbanan sedikit-sedikit ada terhambat untuk pembangunan,” ujarnya. Rahmad menambahkan, ini upaya mencatat sejarah dan sebagai contoh kinerjanya untuk memperbaiki Kota Beriman. Terlebih, DAS Ampal menjadi hal yang penting dalam pengendalian banjir.
Seperti diketahui, pengendalian banjir adalah satu dari sembilan program prioritas dalam RPJMD Balikpapan 2021-2026. Selain perbaikan DAS Ampal, ada beberapa proyek terkait lain yang sudah berjalan. Seperti pembangunan saluran primer Perintis dan gorong-gorong Balikpapan Baru depan Living Plaza.
Selanjutnya, pembangunan saluran tersier Ampar Lestari II, saluran drainase Jalan Ruhui Rahayu, saluran drainase RT 34 Karang Joang, hingga saluran tersier Malioboro. “Saat ini, titik banjir sudah turun secara perlahan. Mulai dari 76 titik banjir pada 2021, tersisa 59 titik banjir pada 2022, dan terakhir ini tersisa 50 titik banjir,” tandasnya. (ms/k15)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria