Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Takut Aliran Air Terganggu, Warga Jalan Kakap Protes Imbas Pembangunan Terowongan

Denny Saputra • Jumat, 23 Februari 2024 - 01:30 WIB

SEMPAT RESAH: Ady Fakhrudy bersama SOM Terowongan Samarinda PT Pembangunan Perumahan Billy serta Hambali Israni memberikan penjelasan kepada warga Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, yang protes karen
SEMPAT RESAH: Ady Fakhrudy bersama SOM Terowongan Samarinda PT Pembangunan Perumahan Billy serta Hambali Israni memberikan penjelasan kepada warga Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, yang protes karen
 

Puluhan warga Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, menyampaikan protes terkait rencana pengalihan jalur pipa distribusi. Jalur pipa air yang ada saat ini rencananya diubah karena terkena trase terowongan.

 

SAMARINDA–Adu mulut sempat terjadi antara warga, perwakilan Pemkot Samarinda, dan Perumdam Tirta Kencana Samarinda. Namun, aksi protes itu berakhir damai.

Menurut warga RT 24 Awi, selama ini warga mendapat distribusi air dari IPA Selili. Namun, karena ada proyek terowongan, jalur pipa air menuju RT 19 atau sisi kanan terowongan dialihkan. “Informasinya jaringan akan turun, melintasi jalan baru naik lagi ke RT 19. Itu berpotensi membuat warga yang ada di atas pipa distribusi terancam tidak lancar aliran airnya,” ucapnya.

Begitu ujar Ketua RT 19 Mawar. Dia mengatakan, air yang ada selama ini lancar. Adanya pengalihan jalur ditakutkan tekanan air berkurang, yang imbas aliran ke rumah-rumah warga terhambat. Terlebih dalam waktu dekat akan menghadapi Ramadan, warga khawatir air tidak lancar. “Kami harap pemerintah menjamin kelancaran aliran air,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Perencanaan Perumdam Tirta Kencana Samarinda Ady Fakhrudy menerangkan, hasil perhitungan, yang ditakutkan warga terkait menurunnya tekanan air bisa diatasi. Sehingga pihaknya akan memasang alat pengukur tekanan untuk mengetahui tekanan ideal. “Nanti jalur baru tekanan akan disesuaikan. Sambil mengevaluasi, jaringan pipa lama masih dibuka. Jika lancar, pelan-pelan jaringan pipa lama ditutup,” jelasnya.

Skema itu akan diberlakukan satu minggu ke depan. Bila memang ke depan ada protes terkait aliran air yang tidak lancar, jaringan akan dikembalikan lagi. “Kalau untuk tekanan air dari IPA Selili, cukup. Makanya akan diukur lagi untuk memastikan tekanan yang ideal. Kalau dirasa kurang, tekanan dari IPA akan dinaikkan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi (TWAP) Samarinda Hambali Israni menyampaikan, protes warga akibat kekhawatiran tidak bisa mendapat aliran air lancar sudah dibahas. Namun, setelah mendapat penjelasan tim Perumdam Tirta Kencana bersama PT Pembangunan Perumahan (PP), warga memberikan izin. “Sementara kami uji coba dulu aliran air dengan jalur distribusi baru. Kalau lancar dilanjutkan. Bahwa pengalihan hanya sementara, karena dalam desain terowongan telah disiapkan jalur pipa yang melintas di atas pintu outlet terowongan,” tutupnya. (dra/k8)

 

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

Editor : Indra Zakaria
#Terowongan Samarinda #samarinda