TANJUNG REDEB - Selain kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, ke depan nakes sangat dibutuhkan seiring pembangunan rumah sakit (RS) baru di lahan eks Inhutani.
Ketua DPRD Berau Madri Pani menyampaikan, selain rekomendasi penambahan tenaga dokter pada faskes yang ada, rekrutmen nakes untuk ditempatkan di RS baru harus segera dipersiapkan. Berau sebagai daerah penyangga IKN) tentunya menjadi prioritas, salah satunya di sektor kesehatan. Diprediksi akan semakin banyak orang yang datang ke Berau, baik sekadar berkunjung ataupun memilih tinggal.
"Bupati juga sudah menarget kalau tahap I pembangunan RS baru akan selesai tahun ini. Jadi, sebaiknya kebutuhan nakes di RS baru segera mungkin dipersiapkan," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Berau Lamlay Sarie mengatakan, untuk mengisi kekosongan nakes tersebut harus melibatkan lintas sektor. Di antaranya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, hingga RSUD dr Abdul Rivai. Sebab, rencananya beberapa dokter spesialis diminta untuk pindah pelayanan pada rumah sakit baru nantinya.
“Jadi, semua itu sambil berproses untuk mengisi tenaga kesehatan di RS baru. Apa saja kira-kira layanan yang dapat kita berikan, apakah daerah siap menggaji. Jadi harus hitung-hitungan dulu,” katanya.
Diakuinya, untuk pemenuhan dokter di RS baru harus melihat jenis RS terlebih dulu, baru bisa ditentukan dokter spesialis apa saja yang dibutuhkan di sana. Pun untuk dokter umum dan spesialis harus ada fasilitas penunjang yang ditawarkan untuk mereka. Misal, rumah dinas dan kendaraan operasional. Terlebih bagi dokter yang berasal dari luar Kabupaten Berau.
Kemudian, dari pihak pusat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), membebaskan calon dokter nantinya untuk memilih, apakah diberikan tunjangan daerah atau jasa pelayanan.
Ia belum dapat menyampaikan terkait kebutuhan dokter spesialis apa saja yang nantinya mengisi RS baru tersebut. Yang jelas, kata Lamlay, lebih banyak atau setara dengan pelayanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai.
Wacananya, SDM di sana akan berpindah ke RS baru. Saat ini pembangunan RS baru direncanakan dalam tiga tahap, tahun ini diselesaikan tahap satu.
Lamlay menambahkan, pihaknya memang tidak menyediakan terkait beasiswa dokter spesialis. Tetapi sepengetahuannya, urusan beasiswa itu ditangani BKPSDM Berau. Dan sudah ada putra daerah yang lolos verifikasi hingga mendapatkan beasiswa dari Kemenkes dan dibiayai sampai selesai. (*/aja/ind/k16)
Editor : Indra Zakaria