Sejumlah saksi menyebutkan, kecelakaan maut terjadi sekira pukul 12.15 Wita. Bermula motor dinas bermerk Honda Vario warna hitam dikemudikan MI berboncengan dengan Ar, terlihat meluncur deras. Dari arah Sebulu menuju arah Samarinda dengan kecepatan tinggi. Apalagi saat melintas di TKP dengan kondisi jalan menikung ke arah kiri, motor tersebut berusaha mendahului sebuah mobil.
“Karena hendak mendahului sebuah mobil di depannya. Maka motor dikemudikan korban mengambil jalur sebelah kanan jalan. Tapi ketika di tikungan jalan tajam ke kiri tersebut, motornya oleng sehingga kehilangan kendali,” jelas Robert selaku Kanit Gakkum Satuan Lalulintas Polres Kukar yang menangani kasus Lakalantas tersebut bersama sejumlah anggotanya.
Namun malang tak dapat ditolak dan untung tak bisa diraih. Ketika motor ditunggangi korban kehilangan kendali, lalu terjatuh hingga terseret ke jalur kanan jalan. Bersamaan dengan itu, datang dump truk dikemudikan Bu dari arah depan. Benturan kerja terjadi manakala motor Vario itu beradu kuat dengan bagian bemper depan sebelah kanan mobil dump truk.
Sebenarnya Bu sempat berusaha menghindari tabrakan. Dengan cara membanting stir mobil dump truk ke arah kiri. Sang sopir ini juga habis-habisan menginjak pedal rem mobil tersebut. Tapi takdir berkata lain, tabrakan tetap tak bisa dihindarkan. Motor ditumpangi korban rusak berat. Bahkan kedua pemotor itu terlempar ke bawah kolong dump truk, belakangan diketahui sudah tak lagi bernyawa.
“Semua korban ketika terjadi kecelakaan berada di bawah kolong mobil dump truk. Petugas kami akhirnya mengevakuasi para korban ke RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang,” kata Robert yang sampai malam tadi bersama anggotanya, masih menangani kasus Lakalantas maut tersebut. (idn/nha)