PENAJAM — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah tegas untuk merespons kekhawatiran masyarakat terkait isu penurunan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keluhan yang berkembang di media sosial mengenai kualitas BBM, termasuk viralnya sebutan ‘Pertamax rasa Pertalite’.
Kepala Dinas KUKM Perindag PPU, Margono Hadi Sutanto, mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap kualitas BBM telah diperketat sejak dua minggu terakhir. Langkah ini untuk memastikan tidak ada penyimpangan terkait takaran maupun kualitas bahan bakar yang disalurkan kepada konsumen.
“Untuk merespons keresahan yang berkembang, kami intensifkan pengawasan di SPBU. Kami sudah melakukan pengecekan secara rutin mulai dua minggu lalu. Pengawasan ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan BBM berkualitas,” jelas Margono, Jumat (25/4/2025).
Isu kualitas BBM yang sempat viral di media sosial mengundang perhatian, terutama mengenai dugaan adanya campuran atau penurunan mutu bahan bakar. Margono menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menemukan indikasi adanya penurunan kualitas BBM di PPU.
“Alhamdulillah, di PPU sejauh ini tidak ada masalah terkait kualitas BBM. Tapi, kami tetap melanjutkan pengawasan secara intensif. Karena BBM adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa dipermainkan,” tuturnya.
Sebagai langkah lebih lanjut, KUKM Perindag bekerja sama dengan Polres PPU untuk memeriksa langsung beberapa SPBU pada 17 April 2025. Fokus utama dalam pengawasan tersebut adalah memastikan ketepatan takaran dan kemurnian BBM yang disalurkan ke masyarakat.
“Dalam pengawasan ini, kami tidak hanya memeriksa takaran, tetapi juga kualitas bahan bakar. Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak dirugikan,” tegas Margono.
Margono juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap SPBU di wilayah PPU akan terus berlanjut, guna menjaga kelancaran distribusi energi yang aman dan berkualitas. (kim/adv)
Editor : Wawan