Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Setelah Penggal Warga di Poso, Anggota MIT Tembak Dua Polisi

izak-Indra Zakaria • Selasa, 1 Januari 2019 - 17:21 WIB

JAKARTA— Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali berulah. Kemarin (31/12) MIT diduga melakukan pemenggalan warga desa berinisial RB, 34 , yang kemudian dijadikan umpan untuk menjebak polisi. Hingga bisa melakukan serangan, dalam kejadian itu dua anggota polisi tertembak pada bagian kaki dan punggung.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, awalnya terdapat kasus pembunuhan dengan mutilasi yang terjadi di desa Salubose, Poso, Sulteng. Petugas mengecek dari kepala desa dan ternyata benar kejadian tersebut. ”Petugas di lokasi menemukan (potongan) kepala di jembatan desa,” tutur Dedi kemarin.

Akhirnya, lanjut dia, dilakukan pencarian tubuh korban dan melakukan oleh tempat kejadian perkara. Tubuh korban ditemukan di sebuah bukit yang jaraknya cukup jauh dari desa. ”Petugas mengambilnya bersama warga, ada 30 orang ikut evakuasi,” paparnya.

Saat kembali menuju desa, lanjut dia, ternyata terdapat pohon rubuh menghalangi jalan. Dua anggota polisi, Bripda Andrew Maha Putra dan Bripda Baso yang menggunakan sepeda motor lantas menyingkirkan pohon tersebut. ”Saat itu langsung MIT menembak dari arah belakang. Keduanya terkena luka tembak di punggung dan kaki. Tapi, Bripda Andrew sempat membalas tembakan,” ujarnya.

Rekan polisi lainnya yang menggunakan mobil akhirnya membantu dengan menembak ke arah anggota MIT bersembunyi yang berada di kawasan perbukitan. Setelah baku tembak dan tertahan 30 menit, kedua korban dari polisi bisa diselamatkan untuk menjalani perawatan. ”Bisa dibawa ke puskesmas,” urainya.

Dedi menuturkan bahwa kemungkinan besar pelaku pemenggalan adalah kelompok MIT yang dipimpin Ali Kalora. Dengan begitu, memang diduga pemenggalan itu digunakan untuk menjebak petugas. ”Untuk melakukan serangan,” jelasnya.

Apa yang mengindikasikan pemenggalan dilakukan Ali Kalora? Dia menuturkan, rangkaian kejadian tersebut dapat dipastikan bahwa mereka telah mengintai upaya evakuasi korban pemenggalan. ”Mereka mengetahui pemenggalan dan lokasi tubuh, tentunya bukan hal yang bisa dikesampingkan,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa korban berinisial RB merupakan warga yang bersuku Toraja. Sehari-harinya menjadi pekerja ladang di desa tersebut. ”Ada keterhubungan,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa MIT memang kerap kali menjadi pelaku di balik pemenggalan. Beberapa tahun lalu, pernah ada seorang siswi SMP yang dipenggal oleh MIT. Ada juga seorang kepala desa yang menjadi korban pemenggalan kelompok yang dulu dipimpin Santoso. (idr/agm/jpg)

Editor : izak-Indra Zakaria
#terorisme