Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Putus Tren Kenaikan Harga Ayam

wahyu-Wahyu KP • Senin, 7 Januari 2019 - 15:16 WIB

BONTANG – Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UMKMP) Bontang terus berupaya menekan kenaikan harga ayam di pasar tradisional. Senin (7/1) hari ini, mereka berencana melakukan pemantauan ke seluruh pasar.

Kepala Diskop-UMKMP Bontang Asdar Ibrahim mengatakan pemantauan ini dilakukan untuk mencari penyebab belum turunnya harga daging ayam setelah perayaan Natal dan tahun baru. Sekaligus mencari langkah yang harus diambil Pemkot Bontang. "Senin kami akan memantau ke Pasar Telihan, Rawa Indah,  dan Citra Mas Lhoktuan," kata Asdar, Minggu (6/1).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga daging ayam masih meroket karena pemasok dari Samarinda telah menaikkan harga. Karena hari libur, para peternak juga menaikkan jasa transportasi. "Biaya transportasi yang mahal berimbas kepada harga jual," ujarnya.

Selain itu, peternak juga memberikan kualitas pakan yang terbaik. Akibatnya, nilai jual pakan dengan daging ayam jadi tidak imbang. "Kami akan memantau apakah harga pakan mereka itu konstan dipakainya atau juga mengalami grafik naik-turun," ungkapnya.

Terkait kelangkaan pasokan, Asdar menuturkan itu bisa terjadi karena tingginya permintaan saat momen Natal dan tahun baru. Sementara jumlah peternak tidak mengalami pertambahan secara signifikan. Rencananya, pemantauan akan menggandeng Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

"Nanti kami akan pastikan penyebabnya apa. Kalau kebutuhan meningkat sedangkan suplainya konstan itu bisa terjadi kelangkaan, " tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, harga daging ayam untuk ukuran 1,3 kilogram dijual Rp 45 ribu. Padahal sebelum Natal, konsumen dapat membeli seharga Rp 35 ribu. Kisaran harga untuk ukuran sedang mencapai Rp 55 ribu. Sementara ukuran besar, konsumen harus merogoh kocek Rp 65 ribu. (ak/ndu/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP