Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nawa Cita di KWPI

wahyu-Wahyu KP • Rabu, 9 Januari 2019 - 13:42 WIB

Oleh: Bambang Saputra

(Dosen STIE Madani Balikpapan)

KEBERADAAN Kampung Wisata Peduli Inflasi (KWPI) di Kampung Pinisi, RT 32, Kelurahan Klandasan Ilir Balikpapan Kota merupakan program inovasi yang digagas Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan dan Pemkot Balikpapan sebagai wujud nyata dari implementasi nawa cita pemerintah. Sesuai namanya, KWPI memiliki dua sayap tujuan: peningkatan daya saing wisata dan pengendalian inflasi, yang jika bergerak serempak akan mengantarkan masyarakat menuju kesejahteraan bersama.

KWPI telah di-kick off pada November 2018 oleh wali kota Balikpapan dan kepala KPw BI Balikpapan, diawali dengan pelantikan pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan budidaya cabai warna-warni serta tanaman pangan sehat metode urban-farming.

Adanya Pokdarwis, akan mendukung pencapaian KWPI yang Sapta Pesona, yaitu lingkungan yang aman, tertib (penuh keteraturan), bersih, sejuk, indah, masyarakatnya ramah yang dapat membawa kenangan kepada wisatawan yang datang.

Sedangkan, budidaya cabai merupakan langkah awal membangun kemandirian pangan warga dan program pengendalian inflasi yang juga akan dikembangkan sebagai wisata edukasi kepada masyarakat Balikpapan. Ke depan juga akan dikembangkan wisata budaya dan wisata kuliner yang juga mendukung daya tarik kampung warna-warni.

Dalam kaitannya dengan nawa cita, keberadaan KWPI sangat mendukung visi tersebut dalam pencapaian Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian pada tingkat kampung atau RT. Hal ini terlihat pada pencapaian 9 agenda nawa cita, terutama agenda nomor 5 Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia; 6 Meningkatkan Produktivitas Rakyat; 7 Mewujudkan Kemandirian Ekonomi; 8 Melakukan Revolusi Mental; dan 9 Memperteguh Kebhinnekaan.

Dalam kaitannya dengan agenda 5, nawa cita sebagai KWPI yang sapta pesona akan meningkatkan kualitas hidup lingkungan terutama masyarakat sekitar. Ini terlihat dari image Kampung Pinisi yang semula kumuh, sekarang telah menjadi kampung sehat dengan udara segar, bahkan seluruh warga ikut aktif dalam menjaga ekosistem laut dengan menjaring sampah-sampah dari perkotaan yang melewati perkampungan sebelum bermuara di laut. KWPI yang mendapatkan Peringkat Tiga lomba Clean, Green, Health (CGH) Tingkat Kota Balikpapan juga merupakan indikator pencapaian agenda ini.

Implementasi agenda 6, nawa cita di KWPI juga semakin dirasakan seiring dengan peningkatan daya saing wisata, apalagi akan dikembangkan wisata edukasi, wisata budaya, dan wisata kuliner yang akan melengkapi pesona kampung warna-warni.

Wisata edukasi akan berfokus pada budidaya cabai warna-warni dan tanaman sehat. Wisata budaya akan dilakukan dengan keterlibatan warga dan wisatawan dalam membuat aksesoris manik khas Kaltim baik berupa gelang dan kalung serta akan dilengkapi dengan permainan tradisional Kaltim. Wisata kuliner akan semakin meningkatkan produktivitas warga dengan menyajikan berbagai kuliner dan snack khas Balikpapan dan Sulawesi yang memanjakan lidah pengunjung.

Dalam pencapaian agenda nawa cita 7, konsep wisata edukasi, budaya, dan kuliner akan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, adanya budidaya cabai warna-warni dan tanaman sehat lainnya akan meningkatkan ketahanan pangan warga masyarakat Kampung Pinisi sebagai bentuk program pengendalian inflasi volatile food di Kota Balikpapan. Ketergantungan masyarakat Kota Balikpapan sebesar 89 persen terhadap komoditas cabai akan semakin berkurang dengan program ini.

Pada realisasi agenda nawa cita 8 di KWPI, semakin terasa seiring dengan aktivitas masyarakat perkotaan yang senantiasa dilakukan seperti disiplin menjaga lingkungan, menanam sendiri sebagian kebutuhan sayur-mayur termasuk cabai, dan melestarikan kearifan lokal dengan produk dan permainan anak-anak akan menghasilkan revolusi karakter masyarakat sekitar.

Ini dapat dirasakan dengan semakin meningkatnya semangat gotong royong warga untuk saling bahu-membahu menciptakan kesejahteraan bersama di KWPI. Semangat gotong royong yang tercipta akan memuluskan pada implementasi agenda nawacita 9, ditambahkan lagi dengan konsep wisata budaya yang mengakomodasi seluruh budaya yang ada di masyarakat sekitar untuk ditampilkan kepada pengunjung. Masyarakat KWPI yang heterogen bukan merupakan hambatan tetapi modal yang kuat untuk menjadi masyarakat yang berdaulat, mandiri dan berbudaya. (aji/ndu/k18)

Editor : wahyu-Wahyu KP