Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tembok Jebol, Rumah Jadi Miring

izak-Indra Zakaria • 2019-01-12 07:50:42
RAWAN: Tembok jebol dan miring yang berdampak pada rumah di sekitarnya.
RAWAN: Tembok jebol dan miring yang berdampak pada rumah di sekitarnya.

BALIKPAPAN  -   Hujan deras yang menyebabkan pengikisan tanah membuat tembok pemisah rumah warga jebol. Hal inilah yang terjadi pada rumah Suwarti (56) di RT 38 Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota. Rumahnya miring dan atapnya kini bertumpu pada rumah sebelahnya. 

Jebolnya tembok itu terjadi pada Rabu (10/1) malam. Suwarti yang saat itu bersama dua dari empat anaknya sedang menonton tayangan televisi, dikejutkan suara seperti sesuatu yang ambruk. 

“Kejadiannya kemarin malam. Saat kami berada di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara geruduk gitu. Setelah kami cek, ternyata tembok pemisah rumah ambruk,” ujar Suwarti Jumat (11/1). 

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, ditambah rumahnya yang tampak miring, penghuni rumah pun memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak jauh dari lokasi. Keesokan harinya, mereka lantas menyampaikan kejadian itu kepada ketua RT setempat agar segera ditindaklanjuti.

 Kejadian itu pun akhirnya sampai ke Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBD) Kota Balikpapan yang langsung turun ke lokasi. BPBD mengimbau pemilik rumah untuk pindah sementara hingga perbaikan selesai dilakukan. 

“Ini sudah kejadian yang ketiga, kemarin sudah diperbaiki oleh warga sekitar. Kalau kami sendiri yang memperbaiki, kami tidak punya uang. Kami berharap pemerintah dapat membantu,” harap Suwarti. 

Petugas BPBD juga melakukan pendataan dan menutup akses di atas rumah Suwarti agar tidak dilalui warga. Sebab, jika areal tersebut tak cepat diperbaiki, dikhawatirkan akan ada longsor susulan yang bisa membuat rumah Suwarti menimpa rumah Sutiman yang terletak di sebelahnya. 

“Ada tiga rumah ini yang dikhawatirkan. Rumah yang temboknya longsor, rumah yang di atas, dan rumah yang di bawahnya. Rumah yang di atas juga mengaku kalau hujan turun, air masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada pemilik rumah supaya tetap waspada,” ujar Pusdalof Posko BPBD, Syukur Makmur. 

Sementara itu, Ketua RT 38 Kelurahan Prapatan, Rahman juga telah menyampaikan permasalahan itu ke kelurahan. Rahman berharap pemerintah segera membantu perbaikan. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan, mengingat lokasinya berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor. 

“Saya berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan terhadap tembok yang roboh. Kemarin pernah juga roboh, warga melakukan perbaikan secara swadaya. Karena, kalau pemilik rumah tidak mungkin melakukan perbaikan. Ibu yang punya rumah sudah janda dan hanya bekerja sebagai pembantu di rumah warga yang lain. Jadi, mohon perhatian pemerintah,” tandas Rahman. (m4/cal/k1)

 

Editor : izak-Indra Zakaria