Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Adipura Kembali ke Kota Taman

octa-Octa • Rabu, 16 Januari 2019 - 17:12 WIB

BONTANG–Setelah “absen” setahun, Piala Adipura kembali didapat Kota Bontang. Penghargaan bergengsi di bidang kebersihan kota itu merupakan buah kerja keras jajaran Pemkot Bontang melakukan pembenahan.

Keberhasilan itu pun dirayakan Pemkot Bontang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) lainnya, dengan mengarak Piala Adipura keliling Kota Taman, kemarin (15/1) pagi.

Perayaan berawal dari tugu selamat datang, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni beserta rombongan melewati Jalan S Parman, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Bhayangkara, Jalan MT Haryono, Jalan MH Thamrin, dan berakhir di rumah jabatan wali kota.

Wali Kota Neni Moerniaeni menyebut, poin tertinggi saat penilaian Adipura, ialah adanya sanitary landfield atau pengelohan persampahan di tempat pembuangan akhir (TPA). Mengingat tidak semua daerah memiliki sarana tersebut.

“Jadi, saya bersyukur sejak 2003 sanitary landfield telah dibangun. Sehingga sampah dapat terpilah-pilah sesuai dengan klasifikasinya,” kata Neni kepada Kaltim Post, kemarin.

Sebelum TPA dipangun, proses pembuangan sampah pun diarahkan ke wilayah Kutai Timur. Setelah terjadi pemekaran, kegiatan seperti itu tidak dapat dilakukan lagi. “Ide brilian dari Pak Andi Sofyan Hasdam  (mantan Wali Kota Bontang, Red) sangat visioner, menurut saya. Karena kalau tidak ada sanitary landfield tidak tahu mau buang sampah di mana,” ucapnya.

Menurut dia, pemkot pun berpotensi menyabet sertifikat pengelolaan sampah. Hanya, saat tim melakukan penilaian terdapat seekor sapi di lokasi TPA. Walhasil, penghargaan pun gagal didapatkan.

“Sebenarnya kalau sapi makan disitu menimbulkan cacing pita dan tidak terkontrol. Lingkungan tidak sehat jadinya,” papar dia.

Selanjutnya, penghargaan ini menjadi cambuk bagi seluruh stakeholder untuk tetap menjaga lingkungan. Melalui program Jumat Bersih, Neni mengimbau kelurahan dan RT peduli akan kondisi lingkungan sekitar.

Tak hanya itu, program kali bersih dan laut bersih juga menjadi andalan untuk mempertahankan Piala Adipura. Nantinya, pemkot bakal membeli ekskavator amfibi dan long arm.

“Insyaallah ini juga salah satu upaya menjaga saluran drainase. Ketika kalinya bersih, bisa mengalir dan tidak terhambat ke lautnya. Mengingat kondisi laut sudah tidak dangkal, dan bisa mengalir lebih jauh,” ungkapnya.

Selain itu, Neni telah menandatangani Perwali Nomor 30 Tahun 2018 tentang pengurangan sampah plastik sekali pakai. Mengingat sampah berbahan plastik sukar terurai. Hal ini senada dengan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yang menyebut, Indonesia merupakan negara kedua penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia.

“Diawali Kota Bontang mudah-mudahan nanti predikat penyumbang sampah plastik itu Indonesia tidak lagi di posisi yang demikian. Sungguh memalukan sekali,” terangnya.

Selain Piala Adipura, Pemkot Bontang tahun ini juga memperoleh dua penghargaan lainnya. Yakni, Piala Nirwasita Tantra Green Leadership Wali Kota dan Nirwasita Tantra Green Leadership pimpinan DPRD Bontang. Acara penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, tiga hari lalu.

Sebagai informasi, gagalnya Pemkot Bontang mempertahankan Piala Adipura tahun lalu karena sanitary landfill tidak ditutup top soil atau tanah pada pembuangan sampah. Selain itu, beberapa permukiman mendapat penilaian buruk. (ak/kri/k8)

 

Editor : octa-Octa