BALIKPAPAN – Tempat pengolahan sampah reuse, reduce, dan recycle (3R) di RT 12 Jalan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, kini tak berfungi lagi sebagaimana mestinya.
Dimana kini disalahgunakan oleh oknum warga sebagai tempat mengisap aroma lem (ngelem) dan tempat menenggak minuman keras (miras) oplosan. Hal tersebut diketahui setelah banyak ditemukan kantong plastik berisi sisa lem, serta bungkus obat batuk dan minuman energi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto mengatakan, bahwa yang terdapat di Jalan Gunung Binjai bukan bank sampah, melainkan tempat untuk pengolahan sampah 3R.
“Ya, memang itu sudah lama tak berfungsi, dan akan dievaluasi,” kata Suryanto didampingi Staf Peningkatan Kapasitas DLH Ririn Septarini, kemarin (24/1).
Suryanto mengakui tak mengetahui secara detail terkait pembangunan tempat pengolahan sampah 3R tersebut. Mengingat saat itu Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Permakaman (DKPP) belum bergabung dengan DLH.
“Waktu dibangun itu, saya kurang tahu bagaimana koordinasinya bagaimana. Tapi tetap bagusnya akan kembali kami lengkapi dan dijadikan pengolahan sampah lagi. Harus melihat anggaran juga,” terang Suryanto.
Sementara itu, Staf Peningkatan Kapasitas DLH Ririn Septarini menuturkan, tempat pengolahan 3R di Gunung Binjai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Di Balikpapan sendiri ada enam 3R yang dibangun. Seperti di Gunung Binjai Teritip, Margo Mulyo, Manggar, Karang Rejo, kini tak berfungsi. Serta Sepinggan Baru dan Graha Indah yang masih aktif,” tuturnya.
Dirinya menerangkan, sekira 2017 lalu telah disurvei dari konsultan bersama PUPR terkait TPS 3R yang telah berjalan atau aktif digunakan. Termasuk pula TPS 3R yang tak berfungsi, sehingga dicari kendala-kendalanya.
“Kami sudah sampaikan juga, dan saat itu langsung ke lapangan. Masih berjalan, akan disuport lagi. Kalau yang tidak aktif, kembali dilakukan evaluasi. Rencana action-nya 2019 ini, soalnya 2018 lalu sudah ada laporan data dari konsultannya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua LPM Teritip Nurdin Ishak mengatakan, ditemukan banyaknya plastik berisi lem, dan juga bungkus obat batuk dan minuman energi, menandakan kalau di wilayah Timur Balikpapan sudah rawan akan kegiatan negatif remaja.
"Adanya temuan banyaknya bungkusan Komix dan sisa-sisa ngelem, menandakan darurat akan perilaku negatif. Jika para remaja yang melakukannya, tentu merugikan diri sendiri, merusak masa depannya," kata Nurdin Ishak, belum lama ini.
Nurdin melanjutkan, untuk itu perlu kembali dilakukan perawatan atau perbaikan. Sehingga diharapkan tidak digunakan lagi sebagai tempat untuk berbuat hal-hal yang negatif.
"Ya maunya instansi terkait cepat melakukan perbaikan. Kalau tidak cepat. ya begini saja terus menerus. Menjadi tempat tongkrongan untuk anak-anak mengisap lem atau minuman oplosan dicampur dengan minuman energi atau alkohol," ujar Nurdin. (wal/cal)
Editor : amir-Amir KP