SAMARINDA. Kondisi objek wisata Air Terjun Belimau yang terletak di Jalan Giri Rejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, saat ini memprihatinkan. Warga menyebut infrastuktur di sekitar air terjun sudah baik, namun akibat tidak terawat dan tak jelas siapa yang mengelolanya membuat salah satu destinasi wisata itu mati suri.
Pantauan Sapos di lapangan, dari pintu masuk hingga ke area air terjun ditumbuhi rumput liar. Kondisinya terlihat benar-benar tidak terawat dan tak bersih. Kondisi ini masih diperparah dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan. Di dalam lokasi air terjun, air terlihat keruh dan bercampur lumpur. Tidak ada lagi kesan jika itu adalah air terjun.
“Sudah puluhan tahun tidak ada yang merawat dan menjaga air terjun ini. Hanya warga saja yang berinisiatif untuk membersihkannya. Harusnya pemerintah melihat kondisi air terjun yang ada di Kota Samarinda ini” kata Herry, salah seorang tokoh warga.
Air Terjun Belimau atau biasa disebut Air Terjun Tagur Lempake yang berada di wilayah RT 22, RT 23 dan RT 24 sangat membutuhkan uluran tangan semua pihak.
Herry menjelaskan, bahwa selama ini belum ada perawatan yang dilakukan, sehingga semakin hari kondisinya kian memprihatinkan.
Herry menyebut jika nantinya pemerintah menurunkan bantuan untuk pembersihan di sekitar air terjun, dia dan warga siap terjun ke lapangan untuk membantu.
“Kami bersama warga dan relawan yang ada di sini sangat siap. Bahkan kami memang sering melaksanakn aksi bersih-bersih di sekitar lokasi air terjun, hanya saja karena keterbatasan tenaga dan alat sehingga tidak maksimal,” terang Herry
Ungkapan Herry dibuktikan dengan gotong royong warga bersama relawan busam peduli bencana, serta TNI, Jumat (1/2) kemarin.
Sejak pukul 08.00 Wita, relawan bersama warga membersihkan sekitar area air terjun. Dari sekitar pintu masuk hingga ke dalam lokasi air terjun disasar untuk dibersihkan. Dengan peralatan seadanya dan personel yang terbatas, mereka mencabut, mencangkul dan membabat rumput liar yang menutupi jalan.
“Dari relawan siap jika nantinya diminta bantuan untuk bersama mengelola air terjun ini. Bahkan untuk alat komunikasi dan keselamatan para pelancong yang datang kami pun ada. Tinggal bagaiman tekhnisnya nanti di lapangan. Dan harapan kami lokasi wisata ini hidup kembali seperti di era 90an dulu,” kata Ketua Relawan Busam Peduli Bencana, Fantri. (kis/rin)