Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gabi sang Pencetus Maskot Beruang Madu

adminbp-Admin Balpos • Selasa, 12 Februari 2019 - 17:19 WIB
PENELITI: Wali Kota Rizal Effendi saat memberikan penghargaan kepada Gabriella Fredriksson.
PENELITI: Wali Kota Rizal Effendi saat memberikan penghargaan kepada Gabriella Fredriksson.

BALIKPAPAN-Dari 10 tokoh inspiratif yang mendapat penghargaan saat HUT ke-122 Kota Balikpapan di Lapangan Merdeka, Minggu (10/2), tampak seorang perempuan asal Swedia. Dia bernama Gabriella Fredriksson atau akrab disapa Gabi, sang pencetus maskot Kota Balikpapan.

Ditemui usai upacara HUT kota, ahli biologi dari University of Amsterdam ini bercerita awal mula dirinya menemukan beruang madu sebagai maskot kota. Hal itu terjadi usai dirinya melakukan penelitian beruang madu dan hutan di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) pada tahun 1997-2002.

“Kurang lebih lima tahun saya lakukan penelitian di hutan. Sebenarnya banyak binatang yang saya temukan di sana, seperti orangutan, bekantan, dan beruang. Tapi tidak pernah ada yang menulis tentang beruang madu di Asia ini. Dari sini saya coba meneliti,” cerita Gabi.

Hasil dari penelitian ini disampaikan kepada Wali kota Tjutjup Soeparna, dilanjutkan kepada Wali Kota Imdaad Hamid. “Di hadapan Bapak Wali Kota saya paparkan hasilnya. Foto-foto satwa di HLSW, termasuk juga beruang madu juga saya lampirkan. Perjuangan selama lima tahun membuahkan hasil. Direspons positif oleh bapak Wali Kota. Kemudian KNPI mengadakan lomba desain beruang madu dan 2002 menjadi maskot kota,” jelasnya.

Usai menjadi maskot kota Balikpapan, kata Gabi, beruang madu cukup terawat dengan baik. Bahkan, ada beberapa beruang yang disita dari tangan masyarakat, kemudian dikembangkan di pusat pendidikan lingkungan hidup di Km 23.

“Saya senang beruang madu diangkat sebagai maskot Kota Balikpapan, apalagi agrowisata di sana itu sudah ada enam ekor beruang madu,” sebutnya.

Ditanya terkait populasi beruang madu di Balikpapan, Gabi menyebut, keberadaan hewan ini bisa saja punah. Hal ini karena hutan lindung sudah banyak yang rusak. Konversi hutan di sebelah utara wilayah Inhutani juga banyak yang rusak.

“Di sekitar Hutan Lindung Sungai Wain sekarang cukup mencemaskan. Padahal, binatang seperti itu perlu wilayah yang cukup luas untuk populasinya,” ungkapnya.

Namun demikian, timnya di bawah naungan Yayasan Pro Natura tengah menjajaki potensi perluasan lalu lintas satwa, khususnya beruang madu agar populasinya bisa meningkat.

“Kami masih mempelajari potensi keberadaan binatang ini di HLSW, kawasan Inhutani, dan kawasan Bukit Soeharto. Ini lokasi pergerakan beruang madu,” sebutnya.

Dirinya pun berharap pada HUT Kota Balikpapan ini, beruang madu terus diperhatikan dan semakin banyak yang peduli terhadap habitatnya. “Mari bersama-sama menjaga fungsi hutan, sehingga kehidupan beruang madu di habitatnya masih terus terjaga,” pungkas Gabi. (dan/vie/k1)

 

Editor : adminbp-Admin Balpos