Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kondom Tetap Bisa Dibeli Bebas

adminbp-Admin Balpos • 2019-02-14 10:43:41
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BALIKPAPAN-Sudah bukan rahasia umum, perayaan Valentine disalahartikan. Sebagian pasangan muda ada yang memandang budaya barat itu sebagai momen pengorbanan, bukti cinta dan kasih kepada seseorang. Tak heran, akhirnya terjadi hubungan seks bebas, bahkan sampai ada yang tega melakukan aborsi.

Si cowok akan membujuk rayu pacarnya untuk menyerahkan keperawanannya sebagai bukti cinta pada Hari Valentine. Supaya tidak hamil, mereka menggunakan alat kontrasepsi, salah satunya kondom. Penjualan alat kontrasepsi itu di apotek memang mengalami penurunan, karena pengawasan yang diperketat. Terlebih setelah terbongkarnya kasus aborsi serta penjualan obat untuk menggugurkan janin, yang semestinya tidak dijual bebas.

Pemilik Apotek Fajar Farma, dr Novi Ismalasari kepada Balikpapan Pos, mengaku memperketat penjualan obat-obatan tertentu termasuk alat mencegah kehamilan, yakni kondom. “Waktu buka 24 jam banyak memang permintaan obat-obatan, seperti amoxicillin yang sirup, karena memiliki pipet dari kaca untuk disalahgunakan. Untuk menanggulangi itu, kami lihat dulu pembelinya siapa. Terus memang kami di apotek agak cerewet, termasuk penjualan kontrasepsi,” tegas Novi, sapaan akrabnya.

Untuk penjualan kondom sendiri, dia menjelaskan, saat ini cenderung menurun dibanding Februari tahun sebelumnya. Dia memperkirakan penurunan terjadi antara 20 hingga 30 persen. Selain itu, kebanyakan pembeli orang dewasa, bahkan usia muda atau remaja.

“Jadi, sekarang ini sedang digalakkan kontrasepsi non hormonal, termasuk kondom ini. Kalau kami di apotek ini kebanyakan ibu-ibu, ada juga bapak-bapak pembelinya. Kalau anak-anak justru kami tanyain buat siapa? Kalau agak mencurigakan kami tidak juali,” tandas dia.

Novi memastikan, pihaknya akan banyak melayangkan pertanyaan jika pembeli kondom tergolong masih remaja. Terlebih lagi, ketika pembeli terlihat ragu-ragu saat hendak membeli kondom serta usianya masih remaja.

Menurut Novi, pernah terjadi, ada sepasang muda-mudi yang hendak membeli kondom di apoteknya. Akhirnya tidak jadi, lantaran diberikan pertanyaan yang membuat si pembeli bingung. “Mereka baru turun dari motor sudah dorong-dorongan untuk masuk ke dalam dan membeli kondom. Sampai di dalam, dia tanya sambil kebingungan, rupanya mau beli kondom,” bebernya.

Kemudian, sambung dia, ditanyalah untuk siapa dan dijawab ada yang perlu. Terus ditanya mau model yang bagaimana. “Dia tambah bingung, bentuknya aja dia nggak tahu dan tidak tahu cara pakainya. Jadi kami tolak dan sampai di luar apotek, mereka terlihat seperti berantem hingga akhirnya mereka tak jadi beli dan pergi,” kisahnya.

Kendati apotek memperketat penjualan kondom, tetap saja alat kontrasepsi ini bisa dibeli bebas di warung remang-remang. Hasil investigasi Balikpapan Pos, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada dekat tempat hiburan malam menyediakan penjualan kondom berbagai merek. Para penjualnya tidak peduli, apakah yang membeli pasangan di bawah umur ataukah sudah dewasa. Tidak pernah ada yang bertanya untuk apa kondom itu dibeli. “Yang penting bayar, Mas. Itu aja,” seloroh seorang PKL di kawasan Balikpapan Tengah. (pri/yud/k1)

 

Editor : adminbp-Admin Balpos