BALIKPAPAN – Taman Borneo Bay Residence Plaza Balikpapan ramai, Sabtu (2/3). Para pecinta kopi yang tak mengenal gender dan usia berbaur di sana. Pria, perempuan, muda hingga tua asyik kumpul di Mandiri Borneo Coffee Fest.
Antusias masyarakat Kota Minyak terlihat pada hari kedua festival kopi yang diselenggarakan oleh Bank Mandiri tersebut.Setidaknya terdapat 15 tenant coffee shop lokal di antaranya Senja Coffee, Etnica, Meracik Kopi, Dialog, Kopi Lekyuh, dan sebagainya.
Satu tenant dari perkumpulan kopi Malabar. Pengunjung mall berkesempatan mengenali dan mencicipi langsung berbagai macam kopi asli nusantara. Baik dengan teknik manual brew hingga latte art.
Person In Charge (PIC) Mandiri Borneo Coffee Fest Rega Dinata mengatakan, seluruh tenant masing-masing memiliki keunggulan biji kopi tersendiri. Di mana mereka bawa secara khusus untuk disajikan dalam event yang berlangsung selama 1-3 Maret tersebut.
Dalam tahun kedua pelaksanaannya, dia mengakui animo masyarakat lebih besar dari tahun sebelumnya. Tujuan event ini digelar yakni mengenalkan pengusaha kopi lokal kepada masyarakat. Apalagi kondisinya sekarang orang yang tertarik dan aware dengan kopi terus tumbuh.
Maka dari itu, pihaknya juga menggandeng komunitas kopi lokal. “Sekaligus sebagai wadah bagi para penikmat kopi yang setiap hari semakin besar. Bisa dilihat pertumbuhan coffee shop juga,” tuturnya.
Sembari menikmati beragam sajian dari coffee shop lokal, kemarin sore berlangsung tahap penyisihan untuk kompetisi barista. Terbagi dalam dua kategori yakni latte art dan manual brew. Rega mengatakan, tahun ini manual brew lebih unggul dari sisi jumlah peserta. Berbeda dengan tahun sebelumnya justru latte art lebih banyak peminat.
“Kebanyakan peserta yang ikut termasuk wajah-wajah baru, jadi pasti ada hal yang berbeda dari tahun lalu,” katanya.
Tercatat peserta manual brew sebanyak 40 orang dan latte art 30 orang. Ada pun dewan juri yang menilai bukan sembarang orang. Melainkan mereka yang benar-benar paham tentang kopi dari komunitas kopi Balikpapan.
“Poin penilaiannya latte art dari sisi penyajian. Sementara manual brew dari cita rasa kopi yang dibuat,” ucapnya.
Mereka yang lolos dalam tahap penyisihan akan kembali bertarung hari ini di tahap final. Selain melihat final kompetisi barista, pengunjung yang hadir juga bisa menyaksikan talk show bersama penggerak media kreatif.
“Bintang tamu di antaranya dari digitalpreneur, barista, dan womanpreneur. Acara berlangsung sekitar pukul 15.00 Wita hingga selesai,” ucapnya.
Sebagai informasi, selama event berlangsung, pengunjung akan melakukan transaksi pembayaran secara nontunai. Pembayaran bisa dilakukan menggunakan kartu debit, kredit, dan e-money Bank Mandiri.
Tersedia pula e-money edisi khusus event ini yang bisa didapatkan di booth Bank Mandiri di depan lokasi acara. Pengunjung membeli kartu e-money Rp 35 ribu dan mendapatkan free saldo Rp 10 ribu. Hal ini sejalan dengan misi Pemkot Balikpapan yang memunculkan konsep smart city.
Bank Mandiri sebagai penyelenggara acara ingin mengubah kebiasaan belanja masyarakat dari konvensional secara tunai menjadi nontunai.
Merealisasikan konsep tersebut, kemarin malam dilakukan peresmian penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Balikpapan Smart City. Hasil kerja sama antara Pemkot Balikpapan, Bank Indonesia, dan Bank Mandiri. Kemudian pengundian program lucky dip.
Bagi tenant yang berpartisipasi dan nasabah Bank Mandiri berkesempatan mendapat hadiah uang tunai, satu unit Avanza dan satu unit Honda Beat. (gel/kri)
Editor : octa-Octa