Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Akses Sotek-Bongan Segera Dibangun

octa-Octa • Rabu, 13 Maret 2019 - 16:23 WIB

PENAJAMPembangunan akses Sotek-Bongan perlahan segera terealisasi. Jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan Kutai Barat (Kubar) diklaim mampu memangkas waktu tempuh yang cukup signifikan. Sebelumnya bisa mencapai delapan hingga sebelas jam. Nantinya bisa dipangkas menjadi dua jam.

Kepastian pembangunan jalan lintas kabupaten ini dituangkan dalam penandatangan kerja sama antara Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud dan Bupati Kubar FX Yapan. Pada momen peringatan HUT ke-17 PPU, Senin (11/3), di halaman Kantor Bupati PPU. Penandatangan kerja sama ini sebagai bukti keseriusan dua daerah membangun jalur alternatif. Yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dua kabupaten ini.

“Insyaallah tahun depan sudah bisa dianggarkan. Makanya ada kesepakatan bersama ini,” kata Abdul Gafur Mas’ud.

Dia menambahkan, rencana pembangunan akses Sotek-Bongan ini telah dimulai sejak bupati PPU periode 2013–2018 Yusran Aspar. Diawali pertemuan di ruang rapat lantai III, Kantor Pemkab PPU, 13 Oktober 2016. Dan penandatanganan dokumen kesepakatan bersama dengan Bupati Kubar FX Yapan di Gedung Pertemuan Kubar pada 24 Mei 2017.

Kesepakatan itu menetapkan ruas jalan Sotek-Bongan sepanjang 58 kilometer. Dengan tiga jalur. Total seluruh lebar badan jalan 50 meter. Yakni, jalur 1 (jalur eksisting) yang ada di tengah dengan lebar 15 meter. Lalu jalur 2 (jalur umum) yang ada di kiri dan kanan dengan lebar badan jalan masing-masing 10,5 meter. Ditambah dengan jalur hijau selebar 10 meter kanan-kiri.

Jalan alternatif ini diklaim akan sangat efektif memangkas jarak tempuh dari yang biasanya Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah atau Jalan Trans Kalimantan sepanjang 306 kilometer.

“Tapi belum jalan sampai sekarang. Makanya kami mau pelototilagi. Sebab, dampak ekonominya sangat besar bagi Kubar dan PPU. Bahkan Kaltim,” ucap bupati termuda di Kaltim ini.

Pria yang akrab disapa AGM itu menjelaskan, progres pembangunan akses Sotek-Bongan masih menunggu penerbitan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dari Pemprov Kaltim. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah memberi lampu hijau.

Wilayah di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, masih ada yang berstatus hak guna usaha (HGU) milik PT Balikpapan Wana Lestari, dan PT Belantara Subur. “Sebenarnya bisa langsung kami buka. Tapi, kami mau membangun itu tidak menabrak aturan. Sebab, tidak ingin di belakang hari ada apa-apanya. Kan sayang anggaran yang sudah dikeluarkan,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, FX Yapan menyambut baik penandatangan kerja sama itu. Sebab, manfaatnya selain membuka akses untuk PPU dan Kubar, akses untuk kabupaten termuda di Kaltim, yakni Mahulu juga dapat terbuka lebar. “Mudah-mudahan bisa segera terwujud,” harap dia.

Pemkab Kubar pun telah menganggarkan sekira Rp 30 miliar untuk pembangunan tahap awal di Kecamatan Bongan. Itu untuk membangun jalan dengan konstruksi rigid beton atau beton bertulang. Salah satunya melintasi Desa Gerunggung, dan Tanjung Soke.

“Pembangunan kami lakukan bertahap. Step by step dulu, karena anggaran kita terbatas. Mudahan ada bantuan dari pusat dan provinsi, supaya bisa sekaligus. Jadi proyek single years,” ucapnya.

Dengan anggaran yang sudah disiapkan tersebut, Yapan menyebut belum menghitung berapa panjang yang bisa dibangun nanti. Pasalnya, pihaknya juga masih menunggu terbitnya amdal dari Pemprov Kaltim.

Namun, dia berharap hingga akhir masa jabatannya pada 2021, akses yang dapat dibangun bisa mencapai 70 persen. “Berapa yang kami mampu, itu yang dibangun. Kalau sudah terkoneksi, konektivitas antarkampung bisa berjalan. Salah satunya, pembangunan tiang listrik. Sebab, di sana tidak ada listrik,” pungkas dia. (*/kip/dwi/k8)

Editor : octa-Octa