Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Utang Proyek Bendungan Lawe-Lawe Rp 80 Miliar

adminbp-Admin Balpos • Selasa, 14 Mei 2019 - 17:20 WIB

PENAJAM - Proyek pembangunan Bendungan Sungai Lawe-Lawe terhenti pada progres 85 persen. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) megambil langkah addendum dan mengentikan pengerjaan beendungan pada November 2017. Pemerintah daerah menghentikan proyek multiyear atau tahun jamak senilai Rp 179,2 miliar, karena sedang mengalami defisit.

Penghentian pembangunan di angka 85 persen, kewajiban yang harus dibayarkan kepada kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) sebesar Rp 105 miliar.

Dari total Rp 105 miliar tersebut, pemerintah daerah masih memiliki utang proyek Bendungan Lawe-Lawe sebesar Rp 80 miliar. Utang proyek multiyear tersebut akan dilunasi tahun ini.

“Sisa utang proyek Bendungan Lawe-Lawe sebesar Rp 80 miliar,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar pada media ini, kemarin (13/5).

Keterbatasan kemampuan anggaran menjadi alasan utama pemerintah menunda penyelesaian pembangunan bendungan untuk sumber air baku Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka.

Tohar menyatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) telah mengajukan proposal bantuan anggaran ke Kementerian Pekekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Untuk  kelanjutan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe yang masih tersisa 15 persen. Proposal bantuan keuangan untuk kelanjutan pembangunan bendungan tersebut diajukan tahun lalu. Namun, sampai tahun ini belum ada jawaban dari pemerintah pusat.

“Sudah diusulkan agar pembiayaan kelanjutan bendungan ditanggung oleh pusat. Tapi, Kementerian PUPR tidak serta-merta mengiakan,” ujarnya.

Menurut Tohar, pembangunan Bendungan Lawe-Lawe memang perlu dilanjutkan. karena bendungan yang tidak rampung 100 persen sesuai dengan perencanaan, maka tidak bisa difungsikan.

“Bendungan Law-Lawe harus dilanjutkan. Kalau memang tidak ada jalan lain, selain menggunakan APBD harus diyakinkan kekurangan 15 persen bisa dituntaskan,” tandasnya.

Diketahui, bendungan yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam ini memiliki daya tampung air 6,5 juta meter kubik dengan luas genangan air 120 hektare dan 16 hektare untuk konstruksi bangunan. Bendungan ini pun dilengkapi pengelolaan air bersih.

Pembangunan  water treatment plant (WTP) telah rampung. Pengelolaan air bersih ini memiliki daya tampung sekira 3.000 meter kubik dengan kapasitas produksi air bersih sebesar 300 liter per detik. (kad/rus)

Editor : adminbp-Admin Balpos