Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hebat! Balikpapan Masuk 100 Smart City

adminbp-Admin Balpos • Kamis, 16 Mei 2019 - 17:19 WIB

BALIKPAPAN-Konsep smart city mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia. Konsep kota cerdas ini merupakan impian setiap kota karena diyakini bisa menyelesaikan berbagai masalah perkotaan, seperti kemacetan, penumpukan sampah, dan keamanan warga kota.

Smart city merupakan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara cepat dan tepat. Pada tahun ini, Balikpapan masuk 100 kota yang menerapkan smart city bersama  Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, dan Malang.

Terkait hal itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) baru-baru ini menggelar focus group discussion (FGD) bersama sejumlah stakeholder di balai kota. Stakeholder tersebut, di antaranya, perusahaan telekomunikasi, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), akademisi, serta perbankan.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Fachruddin Harami, masterplan smart city Balikpapan akan dibuat tahun ini.

“Secara infrastruktur kita siap. Dari sisi pemerintah, kita juga sudah punya e-office yang sudah masuk ranah dan layanan smart city. Tinggal diintegrasikan. Sebagian sudah, namun sebagian belum. Target kita susun tahun ini masterplan. Insya Allah, pada 2020 sudah mulai teraplikasi, mungkin secara bertahap. Ini butuh waktu untuk mengoneksikan,” katanya.

Program ini juga masuk dalam RPJMD kota, karena ada pembiayaan yang harus disiapkan dalam APBD. “Anggaran belum tahu karena masih bentuk masterplan. Kalau sudah terbentuk biasanya ada program-program sekaligus angka-angkanya,” ujarnya.

Dalam paparan kajian implementasi smart city itu juga menghadirkan Kepala Bidang Aplikasi Layanan E-Government Kota Samarinda, Suparmin sebagai pembicara. Suparmin menilai Balikpapan siap menjadi smart city.

“Masalah hanya satu mengoordinasi dan mengintegrasikan. PR-nya hanya itu,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, penetrasi pemakaian internet di Balikpapan sudah bagus. Pendidikan masyarakatnya yang heterogen pun cukup tinggi. “Kita belanja apa pun pakai nontunai sudah ada. Kalau bicara smart people kan Adipura dah berapa kali, perilaku buang sampah bagus. Lalu lintas juga tertib sekali. Itu bukti masyarakat siap. Perguruan tinggi juga banyak di sini, yang negeri dan swasta. SDM saya kira sudah siap,” aku Suparmin.

Dia menyebut bahwa ada lima kota di Kaltim yang masuk 100 smart city yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Menurutnya, Provinsi Kaltim menjadi provinsi terbanyak yang kotanya masuk smart city.

“Tahun 2017 itu Samarinda dan Kutai Kartanegara, 2018 Kutai Timur, serta 2019 ini Balikpapan dan Bontang. Jadi Provinsi Kaltim itu 50 persen sudah masuk smart city, ini terbaik. Kalau daerah lainnya hanya satu atau dua yang masuk smart city,” tutupnya. (dan/vie/k1)

Editor : adminbp-Admin Balpos