Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Medsos Dibatasi, Warga Mengeluh, Netizen Download VPN

izak-Indra Zakaria • 2019-05-23 11:15:50

BALIKPAPAN-Pemerintah membatasi penggunaan media sosial (medsos) pasca aksi demo yang terjadi di Jakarta. Kejadian yang memilukan ini membuat pemerintah terpaksa menonaktifkan medsos, seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook sementara waktu, guna mencegah penyebaran hoax dan keamanan negara. Pembatasan itu dilakukan selama tiga hari ke depan.

Pembatasan itu membuat masyarakat mengeluh. Banyak yang mengaku tak bisa berkomunikasi dengan sanak saudaranya, sehingga tidak bisa lancar menjalankan usahanya.

“Ini ‘kan kuota kita yang beli, HP juga HP kita, kok dibatasi kayak gini. Bingung kita jadinya, malah masyarakat yang kena imbasnya,” sebut Yusuf.

Bahkan, pembatasan penggunaan media sosial sudah terjadi saat aksi damai di Balikpapan. Saat itu para demonstran dan warga yang hendak mengabadikan momen tersebut melalui medsos mereka terganggu. “Ini medsos dinonaktifkan sementara, jangan sampai ini berdampak juga ke masyarakat,” kata salah seorang demonstran.

Menyikapi hal tersebut, banyak warga mengakalinya dengan menggunakan aplikasi VPN Proxy Master. Aplikasi ini dianggap paling efektif untuk menormalkan kembali penggunaan media sosial dan WhatsApp.

“Ya, Mas. Pakai VPN bisa. Tapi download dulu di Play Store. Tadi saya coba, alhamdulillah, normal kembali Instagram dan WhatsApp saya,” kata Hidayat, warga Batu Ampar ini.

Aplikasi VPN dapat menormalkan kembali penggunaan medsos warga, lantaran server yang digunakan merupakan server milik negara lain. Yang paling menjadi favorit warga ialah server Singapura, lantaran memperlancar warga dalam berselancar di dunia maya.

“Memang menggunakan VPN ini kita bisa masuk kembali dengan normal. Karena sifat VPN ini sebenarnya jaringan pribadi yang aman digunakan bagi seseorang untuk mengunjungi halaman web. Jadi kita menggunakan server dari negara lain, ya, jaringannya juga ikut negara lain,” terang Riski, salah seorang ahli website di Balikpapan. (yad/yud/k1)

Editor : izak-Indra Zakaria