PENAJAM–Seluruh seragam sekolah untuk calon siswa baru tahun ajaran 2019/2020 bakal disediakan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU). Ada 5.252 siswa yang bakal menerima dua set seragam baru. Mulai taman kanak-kanak (TK), SD, hingga SMP. Berupa seragam harian, seragam pramuka, dan tas sekolah.
Berdasarkan data hasil penerimaan peserta didik baru (PPBD) tahun ajaran (TA) 2019/2020 yang dimiliki Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, jumlah siswa baru untuk jenjang pendidikan TK sebanyak 130 anak, SD 3.056 anak, dan SMP 2.066 anak. Anggaran untuk pengadaan seragam sekolah dan tas itu dialokasikan Rp 2,9 miliar. “Saat ini masih proses lelang,” ungkap Kepala Disdikpora Kabupaten PPU Marjani, kemarin.
Mengacu pada laman https://lpse.penajamkab.go.id, pengadaan bantuan seragam sekolah bagi siswa baru jenjang TK, SD dan SMP di Kabupaten PPU. Saat ini masih tahapan pengumuman pascakualifikasi. Dimulai sejak 20 Mei dan akan berakhir 28 Mei 2019. Hingga Minggu (26/5) sekira pukul 14.00 Wita, sudah 19 peserta lelang yang mendaftarkan diri.
Pagu anggaran yang disediakan Rp 2,924 miliar dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp 2,923 miliar. Sumbernya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. “Jadi sementara ini, yang ditanggung khusus sekolah negeri dulu. Untuk sekolah swasta dan madrasah belum ditanggung,” ucapnya.
Dia menambahkan, secara umum, sudah ada beberapa sekolah yang menarik biaya untuk pembelian atribut seragam. Seperti dasi dan topi. Termasuk baju batik. Karena itu, mantan sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU ini memerintahkan kepada pihak sekolah yang sudah menarik uang tersebut. Untuk mengembalikannya kepada orang siswa baru. “Kalau atribut, kami perintahkan untuk disimpan dulu barangnya. Nanti di APBD perubahan, kami anggaran untuk membeli barangnya,” terang dia.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang PPU ini menyebutkan, Bupati Abdul Gafur Mas’ud berkeinginan menanggung seragam seluruh siswa baru pada TA 2019/2020. Akan tetapi, anggaran yang disediakan masih terbatas. Sehingga akan dialokasikan lagi pada APBD perubahan nanti.
Tak hanya seragam dan tas, termasuk juga buku dan alat tulis untuk para siswa baru. Tak terbatas sekolah negeri semata, namun sekolah swasta dan madrasah juga. “Menurut usulan kami, butuh Rp 7 miliar. Untuk sekolah negeri saja. Kalau sama sekolah swasta perlu Rp 16 miliar. Hanya siswa baru. Di luar siswa lama,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pada siswa baru yang dinyatakan diterima telah melaksanakan daftar ulang pada 18–20 Mei lalu. Para siswa baru, mulai jenjang pendidikan TK hingga SMP, ini menurut jadwal, akan menjalani hari pertama masuk sekolah serentak, 15 Juli mendatang. (*/kip/dns/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria