Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jalan Rusak Langsung Dimuluskan

izak-Indra Zakaria • Senin, 3 Juni 2019 - 21:38 WIB

Sejumlah jalan berlubang di jalur mudik telah ditangani. Begitu juga titik longsor. Itu dilakukan untuk kenyamanan para pemudik.

 

SAMARINDA-Mudik Lebaran telah tiba. Sejumlah antisipasi dilakukan pemerintah daerah (pemda) untuk mengurangi tingkat kecelakaan lewat jalur darat. Begitu juga kriminalitas yang biasanya mengintai jelang hari raya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan, kotanya bukan daerah tujuan mudik. Justru banyak warga Samarinda yang mudik ke daerah asalnya. Kendati demikian, pihaknya memenuhi sejumlah fasilitas.

Misalnya, menyediakan posko keselamatan untuk pemudik yang singgah di Kota Tepian maupun melakukan uji ramp check angkutan mudik lintas kota. “Sudah dijalankan. Semua kendaraan yang berangkat dari terminal di Samarinda diuji lebih dulu kelayakannya,” beber dia.

Sementara itu, di Kutai Timur (Kutim), pemkab melakukan sejumlah antisipasi atas kerawanan tingkat kecelakaan sekaligus mengatasi kriminalitas. Bupati Kutim Ismunandar menyebut, pihaknya bekerja sama dengan Polres Kutim.

Ismu–sapaan akrabnya–mengatakan, pemkab memberi dukungan untuk Polres Kutim dalam hal pengamanan. Jadi, mendukung Operasi Ketupat Mahakam 2019, dengan demikian arus mudik bisa aman.

“Mereka (petugas) ini telah merelakan waktu libur yang seharusnya digunakan bersama keluarga demi tugas menjaga keamanan selama Idulfitri. Saya apresiasi kepada para petugas tersebut,” ungkap Ismu.

Ada 10 posko Operasi Ketupat Mahakam 2019 di Kutim yang didirikan. Enam pos pengamanan yakni, di simpang tiga Bontang di Kecamatan Teluk Pandan, simpang tiga Perdau di Kecamatan Bengalon, Kecamatan Kaliorang, Kecamatan Kongbeng, Kecamatan Muara Wahau, dan Kecamatan Muara Bengkal.

Dua pos pelayanan yang ditempatkan di Pantai Teluk Lombok dan Pantai Kenyamukan serta pos terpadu di Jalan Yos Sudarso II samping SPBU Yos Sudarso di Sangatta dan Kecamatan Sangkulirang.

Selain itu, Ismu sudah memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim untuk melakukan antisipasi, melakukan ramp check alias pemeriksaan kelayakan kendaraan. Itu ditujukan untuk armada bus angkutan Lebaran di terminal antarkota, Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 03, Sangatta Selatan.

Kepala Dishub Kutim Ikhsanuddin Syerpi menambahkan, pemeriksaan kelayakan dan kelaikan kendaraan tersebut sudah jadi kegiatan rutin tahunan menjelang masa mudik Lebaran. Tujuannya mengetahui kesiapan dan persiapan armada bus angkutan hari raya. “Tiap tahun diharuskan ramp check setahun dua kali. Bila syarat armada tidak dilengkapi, maka tidak boleh diberangkatkan,” terang Ikhsan.

PANGAN AMAN

Antisipasi Idulfitri, beragam cara dilakukan Pemkot Bontang. Mulai memastikan ketersediaan stok pangan jelang Lebaran hingga pengamanan arus mudik. Pun, soal perbaikan jalan yang diserahkan seluruhnya ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang.

“Kalau harga pangan sudah kami sidak (inspeksi mendadak), alhamdulillah. Memang ada sedikit kenaikan, tetapi stoknya banyak. Jadi insyaallah tidak ada masalah (soal ketersediaan pangan jelang Lebaran),” jelas Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Selain pangan, Pemkot Bontang juga menyiapkan pengamanan mudik Lebaran. Neni menuturkan, pihaknya bersama Polres Bontang dan Kodim 0908/BTG memberikan pelayanan terbaik bagi warga yang hendak mudik. “Aparat kepolisian dan TNI pun sudah bekerja maksimal melakukan pengamanan. Saya kira tak ada masalah,” ujarnya.

Disinggung mengenai perbaikan jalan untuk menunjang kelancaran arus mudik, Neni menyebut, secara otomatis, ketika ada jalan rusak, Dinas PUPRK Bontang harus bergerak. Langsung diperbaiki. “Tak perlu menunggu instruksi dari wali kota lagi. Itu (perbaikan jalan) harus sudah terlaksana. Karena sudah kewajiban pemerintah memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat,” pungkas Neni.

Sebelumnya, untuk membantu 5.212 warga Bontang yang masuk rumah tangga miskin (RTM), Pemkot Bontang menggelar pasar murah dengan menjual paketan sembako yang telah disubsidi. Selanjutnya, sidak harga dan stok bahan pangan juga sudah dilakukan untuk mengantisipasi adanya kelangkaan stok atau kenaikan harga.

Adapun di Penajam Paser Utara (PPU), pemkab telah bekerja sama dengan Polres PPU. Salah satunya dengan mendirikan pos terpadu. Yang ditempatkan di pintu Pelabuhan Feri Penajam. Serta kawasan wisata Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Tanjung Tengah Kecamatan Penajam.

Wakil Bupati PPU Hamdam mengatakan, kawasan wisata itu, termasuk salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi setiap libur panjang Lebaran. “Lalu penyiapan pengaturan lalu lintas melalui Dishub (Dinas Perhubungan) PPU. Termasuk berkomunikasi dengan Pertamina, untuk menjamin ketersediaan BBM (bahan bakar minyak) saat arus mudik dan arus balik nanti,” kata dia, kemarin.

Mantan anggota DPRD PPU periode 2014–2019 itu meminta kontraktor pelaksana kegiatan perbaikan jalan nasional, yakni PT Herananda Surya Pratama untuk mempercepat perbaikan jalan, khususnya di PPU.

Sebab, pengerjaan perbaikan jalan tersebut masuk paket kegiatan preservasi (pemeliharaan) Jalan Kuaro - Kademan – Penajam. Yang dibiayai APBN 2019 senilai Rp 35,73 miliar. Meliputi ruas jalan nasional dari Kilometer 0 Kelurahan Penajam hingga perbatasan menuju Kabupaten Paser. Mulai Kademan Kecamatan Long Kali dan berakhir di Kecamatan Kuaro.

Kegiatan tersebut sudah dikerjakan sejak akhir Januari 2019. “Saya sudah meminta kontraktor pelaksana untuk mempercepat progresnya. Sebab, ini kewenangan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat). Memang ada beberapa titik yang masih rusak. Makanya kami imbau kepada pengendara untuk menghindari spot-spot tersebut,” pesan dia.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kaltim-Kaltara Refly Ruddy Tangkere menjelaskan, dari 2.200 kilometer jalan nasional yang ditangani pihaknya, ada 1.100 kilometer jalan yang ditetapkan sebagai jalur mudik Lebaran. Dari Batuaji–Kuaro–Penajam–Balikpapan–Samarinda–Bontang–Sangatta–Tanjung Redeb–Tanjung Selor. “Kami fokus ke sana (jalur mudik Lebaran),” ujar Refly, Kamis (30/5).

Sementara itu, untuk perbaikan jalan tidak sedikit dana yang dikucurkan. Tahun ini, pihaknya telah meneken kontrak senilai Rp 700 miliar dengan pihak kontraktor untuk melakukan perbaikan. Yang sebagian besar angka tersebut diminta untuk menutup lubang jalan. “Meski ada keberatan dari kontraktor. Mereka lebih memilih pekerjaan besar dengan sekali tagihan. Dibandingkan pekerjaan kecil seperti menutup lubang-lubang jalan ini,” sebutnya.

Untuk wilayah, Refly menyebut, jalur Samarinda–Bontang–Sangatta yang paling banyak lubang jalannya untuk jalur Lebaran. Khusus di jalur ini, ada empat tim yang diturunkan untuk menutup lubang. Bahkan, dilakukan tiga bulan lalu agar bisa selesai sesuai target. Selain lubang, sejumlah titik longsor juga bisa mengganggu jalur mudik. “Sekarang kondisinya sudah lumayan mulus,” kata dia.

Dari total 1.100 kilometer jalan yang ditetapkan sebagai jalur Lebaran ini, BPJN XII Kaltim Kaltara menghitung ada 2.200 titik longsor. Kondisinya bisa bertambah setiap tahun jika tak ditangani. Namun, karena keterbatasan anggaran jelang Idulfitri, pihaknya untuk sementara fokus menambal lubang. “Yang penting kondisi jalan aman dan nyaman dilintasi pemudik. Titik longsor sudah kami pasang rambu. Beberapa titik kami tempatkan petugas,” ujarnya. (*/kip/mga/mon/*/dq/rom/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#transportasi