Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kariangau Kembangkan Wisata Baru

adminbp-Admin Balpos • Senin, 22 Juli 2019 - 17:46 WIB

BALIKPAPAN - Sampai saat ini dampak dari tumpahan minyak beberapa waktu lalu membuat penghasilan para nelayan mengalami penurunan. Bahkan sebagian nelayan Kariangau, Balikpapan Barat banting stir menjadi tukang bangunan hingga bekerja sebagai petugas kebersihan di perusahaan.

Namun, dengan semangat yang ada kini warga yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Semangat Baru RT 1 dan 2 Kelurahan Kariangau, berupaya membuat inovasi baru. Salah satunya dengan menghadirkan wisata baru.

Berlokasi di jembatan ulin Kariangau, kelompok nelayan ini membangun resto Apung yang diharapkan nantinya dapat menambah penghasilan untuk warga setempat. Tak hanya itu, saat ini mereka juga mengembangkan keramba kepiting yang berlokasi di kawasan hutan mangrove Kariangau.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effen yang hadir dalam peresmian rumah makan Apong dan ekowisata mangrove Kariangau pada Minggu (21/7) pagi mengatakan, ini sebagai pengembangan ekonomu masyarakat setempat. Setelah hasil tangkapan nelayan berkurang pasca kejadian tumpahan minyak beberapa waktu lalu.

"Jadi ada alternatif, ada sektor yang bisa mereka kembangkan, kemudian ada keramba kepiting, sehingga mereka tidak kehilangan dari tangkapan di laut berkurang di sektor lain ada," ujar Rizal, kemarin

Selain itu kawasan Kariangau ini juga menjadi salah satu pengembangan di sektor pariwisata. Karena keindahan alamnya, serta terdapat hutan mangrove.

"Kalau dari sektor pariwisata akses laut yang terdekat, ini bagian dari keindahan dan kenyamanan, kalau jalan darat biasa-biasa aja, kalau lewat laut naik kapal atau perahu ada sisi lainnya," paparnya.

Rizal menambahkan, tidak gampang untuk jalan bergandengan antara pengembangan ekonomi dengan adanya kawasan konservasi mangrove seperti di Kariangau. "Sisi lain ada pengembangan ekonomi yang harus kita bangun semoga bisa bergandengan tangan dan tisak terlalu banyak benturan, apalagi sekarang sudah pro lingkungan, sudah banyak teknologi yang bisa memininalisir dampak lingkungan," katanya.

Yang terpenting, perlunya dibangun kesadaran dari pelaku usaha untuk mengedepankan citarasa lingkungan, dan tidak hanya mengejar usahanya saja tanpa memperhatikan lingkungan.

Sementara itu, Lurah Kariangau M Iskandar berharap dengan adanya ekowisata di Kariangau ini masyarakat sadar akan pentingnya memelihara lingkungan. "Utamanya mangrove dan ini bisa menjadi sumber pendapatan warga sekitarnya," timpal Iskandar.

Untuk pengelolaan ekowisata ini sendiri pihak kelurahan menyerahkan kepada kelompok nelayan Semangat Baru dan pokdarwia Kunang-Kunang, serta warga RT 1 dan 2. "Kami serahkan seluruhnya kepada kelompok nelayan, pokdarwis dan warga RT 1 dan 2. Semoga ini bisa berjalan sesuai harapan," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rizal bersama rombongan mengunjungi keramba dan melakukan penebaran bibit kepiting serta menyerahkan secara simbolis bantuan bibit mangrove yang akan ditanam untuk menambah kelestarian kawasan tersebut. (pri/san)

Editor : adminbp-Admin Balpos