PERWAKILAN BKKBN Kaltim menggelar desiminasi dan advokasi pemanfaatan data profil parameter dan proyeksi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat provinsi di Samarinda, Rabu (31/7) kemarin. Kegiatan tersebut diikuti 75 peserta dari stakeholder instansi terkait, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, dan TNI.
"Kita undang beberapa instansi terkait, organisasi masyarakat dan agama serta TNI untuk bersama-sama berdiskusi tentang parameter dan indikator-indikator kependudukan," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli usai membuka acara tersebut.
Ia menuturkan adanya kegiatan yang menyampaikan berbagai informasi terkait data profil kependudukan sesuai kondisi saat ini dapat menginspirasi semua peserta untuk melakukan berbagai kegiatan dengan konsep pembangunan berwawasan kependudukan.
"Jadi apapun yang dilakukan intinya adalah untuk kesejahteraan penduduk dimanapun posisi para petugas berada dengan niatnya harus bagaimana mensejahterakan penduduk dan dimulai dari keluarga. Karena para peserta ini ada yang dari pemerintahan dan lainnya. Yang nantinya akan menyusun berbagai rancangan kegiatan baik itu pembangunan tahunan, jangka panjang, jangka menengah, dan itu mudah-mudahan terinspirasi semuanya pembangunan berwawasan kependudukan," tuturnya.
Oleh sebab itu, Eli menyebutkan pada agenda tersebut turut mengundang pembicara dari Ikatan Praktisi Ahli Demografi Indonesia (Ipadi) Kaltim dan Kepala Badan Statistik (BPS) Kaltim. "Kita akan menyampaikan fakta-fakta data di Kaltim dan setelah itu akan dilakukan pemecahan masalah terkait kondisi saat ini. Dimana penduduk sebagai subjek dan objek pembangunan bisa kita maksimalkan," imbuhnya. Kepala BPS Kaltim, Atqo Mardiyanto sebagai salah satu pembicara pada kegiatan ini, akan menyampaikan data-data yang terkait sosial ekonomi dan tenaga kerja.
"Kita berharap dengan data-data ini peserta nanti dapat memberikan masukan atau paling tidak ketika mereka kembali ke tempat tugasnya masing-masing dapat menggunakan data itu untuk berbagai perencanaan dan evaluasi apa-apa yang akan dilakukan yang bermuara pada kependudukan," ungkapnya. (adv/nch/nha)
Editor : rusli-Admin Sapos