PASTI ada yang gelisah. Pasti ada yang berusaha melawan ‘demam panggung’. Dan, sudah pasti meminta pada sang istri, agar menyiapkan diri tampil maksimal. Sebab, dalam bulan Agustus ini para wakil rakyat akan menjalani proses pelantikan.
Belum terlihat ada tanda-tanda, bahwa di gedung rakyat akan ada hajatan besar. Umbul-umbul belum terpasang. Bahkan umbul-umbul menyongsong hari kemerdekaan juga belum menghiasi pagar depan.
Saya masuk melalui pintu belakang saat ke gedung DPRD pagi kemarin (30/7). Kendaraan hanya ada beberapa unit terparkir antara gedung dewan dan musala. Mobil berplat merah, terparkir rapi. Nampaknya saya salah memilih hari. Di ruang tengah, yang biasanya ramai teman-teman wartawan berkumpul, juga sepi. Empat set kursi tamu, tak ada yang menempati.
Bertanya pada petugas, dijelaskan bahwa belum ada anggota DPRD yang masuk kantor. Saya baru ingat, cerita teman saya yang baru tiba dari Jakarta. Dia jumpa dengan beberapa anggota dewan yang baru selesai melakukan perjalanan dari Batam. Bila demikian, butuh waktu sehari lagi untuk istirahat. Biar awal Agustus, bisa kembali segar dan kembali bekerja.
Meyakinkan cerita teman tadi, saya masuk ke ruangan persidangan. Ada lima karyawati yang sibuk bekerja. Saya bertanya, anggota dewan belum masuk ya? Mereka hampir serentak menyebut anggota dewan baru pulang dari Batam. “Mungkin besok baru masuk kerja,” kata salah seorang staf berbaju putih.
Saya jumpa Pak Warji, sahabat saya. Beliau juga sudah ‘berkelana’ di berbagai tempat tugas. Pernah menjadi kepala wilayah Kecamatan Sambaliung, pernah di sekretariat pemda dan sekarang di salah satu posisi penting sekretariat DPRD. Saya foto bersama dengan para stafnya yang cantik-cantik itu.
Hari Rabu, (1/8) hari ini, anggota dewan wajib hadir. Ada acara penting, penetapan anggaran perubahan. Harusnya saya datang tidak di hari kemarin, melainkan saat penetapan anggaran perubahan. Dengan begitu, saya bisa jumpa teman-teman wakil rakyat. Saya ingin sekali jumpa dengan Pak Rudi Mangunsong, Pak Yunus, Bu Ratna, juga Pak Haji Saga.
Andai saja, rapat paripurna penetapan anggaran perubahan, menjadi agenda akhir dari anggota DPRD periode ini, pastilah suasananya menjadi lain. Ada nuansa yang mengharubiru dalam rapat itu. Dan, itulah dukungan dipenghujung tugas beliau sebelum menjalani masa paripurna.
Periode nanti, ada 30 anggota DPRD yang akan mengabdi selama 5 tahun. Kabarnya, mereka sudah dibuatkan pakaian jas lengkap. Juga sudah disiapkan pin yang akan disematkan di dadanya. Sebanyak 12 anggota DPRD periode lalu dan 18 orang yang sering disebut-sebut sebagai wajah baru. Sebanyak 18 orang inilah yang tidak sabar lagi menunggu saat pelantikan.
Saya membayangkan, bagaimana gelisahnya teman saya Pak Madri Pani. Juga membayangkan Pak Suriansyah, yang katanya juga sudah mengukur jas baru. Juga Pak Dedet, anak muda yang berhasil lolos sebagai anggota dewan yang baru. Mungkin Pak Dedet ini, bila tak salah sebagai anggota termuda. Pak Wendy, putra Pak Engsan sahabat saya sejak dulu. Apalagi Pak Gatot, Pak Rifai, Bu Elita dan Bu Syarifatul Syadiah, walaupun sudah pernah menjadi anggota DPRD, pastilah ada rasa ‘demam panggung’ sedikit. Kata teman-teman ‘They Come Back’ hehe, mereka kembali.
Satu kebetulan, saat pelatikan berlangsung di hari Senin. Tepat di tanggal yang ‘cantik’. tanggal 19 Agustus 2019. Ruang sidang utama di lantai dua pasti akan penuh sesak. Masyarakat juga akan datang, ingin menyaksikan prosesi itu. Dan, sesudahnya, juga menyaksikan peristiwa yang penting saat dipilih anggota termuda dan tertua untuk memimpin jalannya sidang. Pemandangan yang hanya bisa disaksikan sekali dalam lima tahun.
Bila diundang, saya juga akan hadir. Saya juga termasuk yang sedikit ‘demam panggung’ menanti tibanya tanggal 19-8-19. Kali ini, saya akan duduk di bagian depan. Biar saat usai, bisa lebih awal memberikan ucapan selamat. Selamat atas kepercayaan masyarakat dalam menjalankan amanah. Juga selamat memperjuangkan Kabupaten Berau agar lebih baik dalam lima tahun mendatang. (*/udi)
Editor : uki-Berau Post