PASAR SEGIRI. Di waktu tertentu, sampah pedagang di areal Komplek Pasar Segiri menumpuk dan bahkan meluber hingga ke jalan. Kondisi sampah pedagang itu pun dikeluhkan warga di sekitar Tempat Pembuangan Sementara (TPS), yang ada di lingkungan RT 28 tersebut.
"Ya kadang kalau banyak dan lambat diangkut, baunya juga menganggu," ujar salah seorang warga yang enggan namanya dikorankan.
Kondisi tersebut juga dibenarkan Ketua RT 28 Hasbudin, yang dikonfirmasi Sapos membenarkan kondisi sampah yang kadang meluber dari TPS tersebut.
"Ya kondisinya seperti yang dilihat di lapangan. Kadang sampah meluber dari TPS dan warga sekitar mengeluhkan ke kami. Masalah ini akan coba kami teruskan ke pihak UPTD pasar maupun kelurahan, agar tak berlarut-larut dan ada solusinya," timpal Hasbudin singkat.
Sementara Kepala UPTD Pasar Segiri, Agus Basuki dikonfirmasi Sapos menerangkan, kondisi sampah kadang tak terangkut maksimal karena banyaknya volume sampah yang dihasilkan pedagang.
Aktivitas pasar yang seakan "tak pernah tidur" membuat sampah yang dihasilkan pun terus ada. "Jadi kadang kalau sudah diangut, tak lama ada lagi yang membuang. Sebab ini kan pasar. Apalagi di sini, mulai subuh ketemu subuh terus ada aktivitasnya," beber Agus.
Kondisi itu juga diperparah dengan rusaknya salah satu unit truk pengangkutnya. Sebenarnya ujar Agus, mereka memiliki tiga unit truk. Salah satunya rusak, sehingga cukup menghambat pengangkutan.
"Yang pasti kami berusaha maksimal untuk menjaga tetap bersih dan rapi. Pengangkutan pagi dua truk dan siang dua truk lagi," tandas Agus. (rin)
Editor : rusli-Admin Sapos