SAMARINDA - Dalam upaya meningkatkan produktifitas pertanian di Bumi Etam, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait gerakan petani milenial di era industri pertanian 4.0. Kegiatan yang berlangsung di Amaris Hotel, Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu tersebut dihadiri penyuluh petanian, mahasiswa serta kolompok pemuda tani se-Kaltim, (7/11).
"Melalui bimtek ini harapannya pembangunan pertanian di Kaltim semakin maju melalui pemanfaatan teknologi Informasi (IT) Serta tidak kalah pentinya teknologi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani muda khusunya dari kalangan milenial," ujar kepala BPTP Balitbangtan Kaltim Muhammad Amin.
Kata dia, petani milenial harus mampu memanfaatan IT sebagai sumber informasi teknologi dalam mengembangkan sektor pertanian sehingga mampu berdaya saing dalan mewujudkan kemandirian pangan sesuai yang diamanahkan pemerintah. Ia menyebut, Kementerian Pertanian selalu berupaya semaksimal mungkin agar derah-daerah terkoneksi jaringan internet bisa dimanfaatkan oleh para penyuluh pertanian dilapangan maupun petani milenial dalam mengakses berbagai informasi teknologi pertanian yg dibutuhkan.
SONGSONG PERTANIAN MODERN: Ratusan peserta bimtek antusias mengikuti pemaparan materi dari para narasumber.
Tambah Muhammad Amin, dalam rangka memajukan pertanian kedepannya terutama di kalangan milenial, BPTP Balitbangtan Kaltim selalu melakukan pendampingan dari sisi inovasi teknologi. Selain itu juga penggunaan IT sehingga petani betul-betul melek dengan teknologi khusunya di kalangan generasi muda.
"Semoga kedepannya di era revolusi industri 4.0 pertanian akan semakin maju serta mampu dimanfaatkan oleh kaum milenial dalam mengelola pertanian dengan menggunakan IT sebagai medianya. Mereka ini yang nantinya menjadi harapan kami untuk meneruskan pertanian kedepannya," harapnya.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Komoditi Dinas Perkebunan Kaltim Bambang F Fallah MP menyebut, petani milenial ialah mereka yang memiliki kepekaan terhadap inovasi teknologi. Dengan adanya bimtek seperti ini harapannya permasalahan yang dihadapi para petani khusunya milenial bisa teratasi dengan adanya teknologi IT. Jika selama ini sekotor pertanian masi terkendala pada infrastruktur dan pendataan maka diharapkan perlu pembenahan sehingga pendistribusian dan lain sebagainya bisa berjalan dengan baik.
"Dengan teknologi yang ada harapannya mereka bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Kegiatan ini sangat tepat karena bisa mengetahui kendala yang mereka hadapi di lapangan," jelasnya. (*/dir)
Editor : izak-Indra Zakaria