PONDOK Pesantren Nabil Husein menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema “Rasulullah sebagai Tauladan dalam Kehidupan”, dan mendatangkan penceramah dari Malang yakni KH Syaifudin Zuhri. Kegiatan ini digelar di Masjid Sofiatul Amin lingkungan Ponpes Nabil Husein Jalan Rapak Indah, Senin (11/11).
KH Syaifudin Zuhri menyampaikan dalam ceramahnya mengenai Nabi Muhammad SAW menjadi nabi dan rasul yang diturunkan Allah SWT ke dunia untuk mengemban tugas yakni menjadikan agama Islam rahmatan lil alamin. Ia melanjutkan dalam perjalanan Nabi dari Mekkah ke Madinah selama 23 tahun, juga mendidik umatnya tidak hanya untuk bela agama semata tetapi bela negara.
“Makanya kewajiban kita jangan lupa untuk bela negara dan bela agama. Bela negara tidak boleh merusak agama dan bela agama tidak boleh merusak negara. Karena di Indonesia antara agama dan negara tidak boleh dipisah karena dengan agama hidup berkah, dengan negara yang aman dan tenteram hidup akan terasa mudah," tuturnya.
Ia mengajak para santri agar tidak boleh membenturkan isu agama dengan isu pancasila. Karena pancasila tidak bertentangan dengan agama dan tidak boleh dipertentangkan. “Semua umat beragama dan apapun agamanya tidak boleh menjadikan agama sebagai bentuk negara karena NKRI harga mati,” tambahnya.
Pimpinan Ponpes Nabil Husein Nasikhin mengungkapkan waktu dan saat yang tepat di era sekarang ini adalah untuk kembali kepada Alquran dan sunnah. Serta meneladani sikap dan perilaku Rasulullah SAW.
“Jadi kita membangun kebersamaan membangun ukhuwah yang benar, ukhuwah yang tidak semu, dan tidak karena intrik-intrik yang lainnya. Mari kita bangun kebersamaan untuk mewujudkan Indonesia yang maju," ungkapnya. (adv/nch/nin)