ENDAWAR - Sejumlah ruas jalan umum di ibu kota Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi lintasan bus angkutan karyawan tambang. Termasuk kendaraan operasional perusahaan tambang. Jika hal ini dibiarkan, bakal membuat jalan yang telah diperbaiki pemerintah cepat rusak.
Kerusakan jalan juga terjadi di sejumlah akses ke kampung. Salah satunya akses dari Kecamatan Melak yakni Kampung Empakuq, dan Muara Bunyut. Terparah, poros Empakuq-Muara Bunyut. Ada badan jalan yang nyaris putus akibat longsor tapi sudah hampir setahun belum ada upaya perbaikan.
Sementara jalur tersebut akses banyak warga bahkan perusahaan. Anggota DPRD Kubar Ellyson mengatakan, upaya perbaikan jalan yang rusak menjadi lintasan perusahaan tambang telah memanggil keempat manajemen perusahaan ke DPRD, Selasa (19/11). Yakni, PT Gunung Bara Utama (GBU), PT Teguh Sinar Abadi (TSA), PT Firman Ketaun Perkasa (FKP), dan PT Trubaindo Coal Mining (TCM).
"Kami sudah perintahkan pihak perusahaan turut bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut," kata ketua Partai Keadilan Sejahtera Kubar kemarin.
Sementara itu, Sekretaris Kampung Muara Bunyut Gregorius Giad membenarkan jalan akses rusak akibat dilintasi kendaraan perusahaan. "Tidak hanya perusahaan tambang, termasuk juga sawit," katanya.
Menjawab kepedulian perusahaan, PT GBU mengaku sudah mengirim surat ke Dinas PUPR terkait komitmen memperbaiki jalan. “Kami sudah mengirimkan surat kepada DPUPR Kubar, mengerjakan infrastruktur yang memang perlu diperbaiki,” kata Denis, mewakili manajemen PT GBU. (rud/kri/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria