Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sungai Segah Hijau Lagi, Bupati Langsung Gelar Pertemuan

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 7 Maret 2020 - 18:34 WIB
MENGHIJAU LAGI: Kondisi air Sungai Segah yang kembali menghijau, (6/3). Bupati Berau Muharram langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak membahas tentang perubahan air Sungai Segah itu.
MENGHIJAU LAGI: Kondisi air Sungai Segah yang kembali menghijau, (6/3). Bupati Berau Muharram langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak membahas tentang perubahan air Sungai Segah itu.

TANJUNG REDEB – Untuk kesekian kalinya, kondisi air Sungai Segah berubah warna menjadi hijau. Menyikapi persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Berau (Pemkab) dipimpin Bupati Muharram, langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak. Di antaranya jajaran kepolisian dan pihak perusahaan dalam hal ini KLK Group yang disinyalir menjadi penyebab tercemarnya sungai.

Dalam pertemuan itu, dibahas juga terkait hasil kajian yang dilakukan ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sekaligus tindak lanjut penanganan menyeluruh persoalan Sungai Segah.

Dikatakan Muharram, berdasarkan penjelasan Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning, dari hasil kajian IPB yang menyebutkan beberapa kesimpulan, yakni peristiwa jernihnya air Sungai Segah tidak ada hubungannya dengan kegiatan pemupukan, namun akibat koagulasi.

Hal itu dijelaskan, air sungai yang memiliki kandungan pH 6.0-6.5 bercampur dengan air paritan perusahaan yang mengandung ion Al dan sulfat tinggi, sehingga membuat Ion AI mengendap dan air menjadi jernih. “Air yang jernih ini sebenarnya tidak berwarna hijau dan tidak berbahaya untuk makhluk hidup,” ujar Muharram, menirukan penyampaian kapolres, (6/3).

Faktor pendukung terjadinya perubahan air Sungai Segah ini, lanjut Muharram, ialah adanya sedimen berpirit dan teroksidasi di kawasan PT SSD dan kemungkinan juga di kawasan hulu DAS (di luar wilayah SSD, serta kawasan mangrove di sekitar Sungai Segah).

Faktor lain ialah kecepatan aliran air sungai yang rendah dan musim kemarau yang panjang pada tahun 2019. Untuk mengatasi hal itu, ditegaskan Muharram, telah disepakati agar perusahaan yakni KLK Group segera membuat pengolahan air parit perkebunan sawit agar menghindarkan risiko menurunnya pH air, akibat yang telah disebutkan penelitian IPB.

“Selain itu, perusahaan sepakat untuk memberikan tambahan ganti rugi yang diajukan oleh masyarakat dengan jumlah yang akan dibicarakan lagi. Untuk hal ini nanti akan difasilitasi oleh Pemkab Berau,” pungkas Muharram. (sam/har)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau