Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bersihkan Virus dengan Robot Ultraviolet

izak-Indra Zakaria • Minggu, 10 Mei 2020 - 06:03 WIB
INOVASI: Robot pembersih yang dilengkap sinar ultraviolet di Bandara Pittsburgh.
INOVASI: Robot pembersih yang dilengkap sinar ultraviolet di Bandara Pittsburgh.

Ragam upaya melawan virus corona yang menginfeksi banyak negara saat ini. Salah satunya dengan sinar ultraviolet (UV). Seperti yang dipraktikkan Bandara Pittsburgh di Amerika Serikat. Menggunakan robot yang dilengkapi dengan fasilitas ultraviolet untuk membersihkan lantai bandara.

Seperti diketahui, banyak bandara terpaksa ditutup untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Jika pembersihan dengan robot ultraviolet ini berhasil, bisa diuji coba di bandara lain agar dunia penerbangan tak terganggu.

Otoritas Bandara Pittsburgh Allegheny Christina Cassotis mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan Carnegie Robotics yang berbasis di Pittsburgh. "Kami memiliki seluruh budaya inovasi untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, terutama dalam pandemi," kata Cassotis seperti ditulis The Verge.

Dia mengatakan, mereka mulai melakukan percakapan itu secara internal ketika bos Carnegie Robotics Daniel Beaven menyampaikan ide untuk memperbaiki alat pembersih lantai bandara dengan tambahan lampu ultraviolet.

Teknologi tersebut sama dengan yang akan digunakan New York City untuk membersihkan sistem kereta bawah tanahnya minggu depan. Sementara sinar ultraviolet diketahui efektif membunuh partikel virus. Namun, belum diketahui seberapa efektif upaya tersebut.

Carnegie Robotics mengembangkan sistem robot yang bisa memetakan dan membersihkan area secara mandiri. Setelah membersihkan permukaan lantai dengan tekanan air dan disinfektan kimia, lampu ultraviolet akan melewati lantai bandara untuk pembersihan yang lebih dalam.

Seperti yang lainnya, Bandara Pittsburgh mengalami penurunan tajam selama pandemi. Jumlah pelancong harian biasanya sekitar 13 ribu orang, turun drastis menjadi beberapa ratus dalam sehari. Banyak tenant di terminal ditutup dan rencana renovasi senilai USD 1,1 miliar ditunda.

Cassotis mengatakan, kerja sama dengan perusahaan seperti Carnegie Robotics adalah bagian dari filosofi bahwa bandara harus menjadi bagian dari komunitas. "Kami bukan hanya pintu gerbang ke wilayah ini, kami ingin mengedepankan aset terbaiknya. Kami ingin memastikan bahwa kami menjaga penumpang dan staf,” tuntas dia. (theverge/dwi/k16)

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara