BALIKPAPAN-Sebagai bentuk skrining awal, pemeriksaan rapid test semakin diperluas di Kota Minyak. Kali ini bagi masyarakat yang rentan tertular. Berlokasi di tiga pasar yakni Pasar Klandasan, Pasar Pandansari, dan Pasar Muara Rapak. Pelaksanaan rapid test itu serentak dilakukan, kemarin (20/5).
Kegiatan itu merupakan inisiasi Dharma Pertiwi TNI yang menyalurkan bantuan alat rapid test kepada Dharma Pertiwi F Kodam VI/Mulawarman. Kemudian dilaksanakan oleh Kodim 0905 Balikpapan. Berkolaborasi dengan Kesdam VI/Mulawarman, Kesehatan Lanal, dan Kesehatan Lanud, serta tim Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan.
Meski menjangkau masyarakat sekitar pasar, teknis pelaksanaannya tidak langsung di fasilitas publik tersebut. Seperti di Pasar Klandasan, lokasi tes berada di Kantor Kelurahan Klandasan Ulu. Berdasarkan pantauan Kaltim Post, rapid test sudah berjalan sejak pukul 09.00 Wita.
Mereka yang datang pun taat mengantre. Setiap warga yang datang melalui beberapa tahapan. Terlebih dahulu dengan ukur suhu tubuh. Selanjutnya pendaftaran dan pengambilan darah. Totalnya terdapat 75 orang yang mengikuti pemeriksaan di Kantor Lurah Klandasan Ulu tersebut.
Komandan Kodim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa mengatakan, pihaknya mendapat bantuan sebanyak 250 alat rapid test. Dalam pemeriksaan itu, pihaknya memprioritaskan masyarakat yang rentan terpapar. Misalnya dari sisi faktor usia di atas 50 tahun.
Kemudian, sasaran selanjutnya adalah mereka yang masih beraktivitas di sekitar pasar. Seperti pedagang, tukang bersih, sampai warga yang tinggal di dekat pasar. “Kalau mereka harus rapid test mandiri kan mahal. Jadi, kami bantu dari situ,” ucapnya.
Dia berharap, kegiatan itu bisa membantu memutus rantai penyebaran Covid-19. Setidaknya masyarakat di sekitar pasar juga bisa tenang setelah ada pemeriksaan rapid test sebagai salah satu langkah skrining awal. “Hasil tes kami akan beri tahu, mereka yang datang juga sudah terdata,” imbuhnya.
Kakesdam VI/Mulawarman Kolonel Ckm dr Puguh Santoso menambahkan, warga yang datang menjalani tes sudah sesuai kriteria. Pesertanya pun random, tidak ada penunjukan. “Kami sudah sampaikan pengumuman sebelumnya. Kemudian siapa saja yang berkenan datang untuk ikut tes,” ungkapnya.
Bila dari hasil rapid test ditemukan reaktif, pihaknya akan menindaklanjuti dengan segera melaporkan data tersebut. Baik kepada Diskes Kaltim maupun Diskes Balikpapan untuk dilakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR).
Puguh mengaku sudah berkoordinasi untuk langkah siap siaga tersebut. “Rapid test hanya untuk skrining, bukan menegakkan diagnosis,” ujarnya. Selain memberikan pemeriksaan rapid test, peserta tes mendapat bantuan multivitamin dan sembako.
Sementara itu, Pemkot Samarinda juga melakukan rapid test dan swab massal. Kemarin (20/5), Diskes Samarinda melakukan rapid test di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selili. Dari hasil rapid test, tidak ada pedagang, pembeli, maupun nelayan yang reaktif. “Ada 82 orang yang rapid test. Yang swab 93 orang,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Samarinda Osa Rafshodia.
Diskes Samarinda menargetkan 500 orang untuk tes massal itu. Sementara yang swab, adalah mereka yang berisiko. Dikatakan Osa, swab dilakukan kepada mereka yang mempunyai aktivitas lintas batas Kota Samarinda dan sekitarnya. Juga diutamakan laki-laki 31-51 tahun.
Adapun Plt Kepala Diskes Samarinda Ismed Kusasih, rapid test dan swab massal itu merupakan strategi. Mengingat, Samarinda belum terjadi transmisi lokal. Namun, diapit kota-kota yang terdapat transmisi lokal. “Makanya kenapa strateginya kami ambil swab dan rapid ke perbatasan. Karena daerah lain di sekitar Samarinda sudah transmisi lokal,” kata Ismed.
Pihaknya bersyukur karena PCR RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sudah beroperasi dan disusul oleh PCR Laboratorium Kesehatan Provinsi (Labkesprov) Kaltim. Itu akan mempermudah menegakkan diagnostik Covid-19, karena akan memperpendek masa tunggu diagnosis yang selama ini 7-14 hari. “Yang jelas karena Samarinda sudah melewati puncak pandemi. Semoga apapun kebijakan dari pusat, kami di Samarinda akan lebih mudah menyikapinya,” pungkas Ismed.
Sementara itu, kasus Covid-19 masih bertambah. Kemarin (20/5), terdapat tambahan enam pasien terkonfirmasi positif corona. Hingga kini total ada 264 orang di Kaltim yang dinyatakan positif virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Di sisi lain, Idulfitri makin dekat, pusat perbelanjaan pun makin ramai. Masyarakat diingatkan untuk terus menjaga jarak dan memerhatikan protokol kesehatan Covid-19.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes Kaltim Andi M Ishak memerincikan, penambahan kasus kemarin dari Balikpapan sebanyak tiga kasus. Kemudian dua kasus dari Kutai Kartanegara dan satu kasus dari Kutai Barat. “Hari ini (kemarin) pasien yang sembuh sebanyak lima orang,” beber Andi. (nyc/gel/rom/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria