BANGKOK-Orang yang memiliki riwayat corona atau Covid-19 dan berhasil sembuh diperingatkan untuk menghindari hubungan seks selama 30 hari setelah pulih. Seorang ahli dari Thailand mengatakan, hal tersebut untuk mengurangi risiko penularan kembali ke orang lain saat berhubungan badan.
Veerawat Manosutthi, ahli medis senior di Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, telah menyarankan bahwa pasien yang telah sembuh dari Covid-19 harus menghindari hubungan intim selama 30 hari. Dia juga memperingatkan untuk penyintas Covid-19, untuk tidak berciuman selama beberapa waktu.
Berbicara kepada Khaosod English Manosutthi mengatakan, mereka yang percaya diri bebas dari virus harus menggunakan kondom ketika berhubungan seks. “Berciuman juga harus dihindari karena diketahui juga dapat menyebar melalui mulut,” ujar dia dikutip dari Mirror, Rabu (20/5).
Peringatan Manosutthi didasarkan pada penelitian terbaru, yang menemukan bahwa beberapa pria memiliki jejak virus dalam air mani mereka. Dalam studi tersebut, para peneliti dari Rumah Sakit Kota Shangqiu, Tiongkok, mengambil sampel air mani dari 38 pasien pria Covid-19 di Provinsi Henan.
Tim menganalisis sampel pada 26 Januari dan lagi pada 16 Februari. Tim menemukan, 16 persen pria memiliki jejak virus dalam air mani mereka. Dalam studi yang pernah dipublikasikan di dalam sebuah jurnal itu, para peneliti menulis, kehadiran virus dalam air mani mungkin lebih umum dari pada yang dipahami saat ini, dan virus tradisional yang ditularkan secara non-seksual, seharusnya tidak diasumsikan sama sekali tidak ada dalam sekresi genital.
Selain air mani, virus corona dapat ditemukan dalam partikel pernapasan, yang berarti berciuman juga tidak dianjurkan oleh pasien sembuh Covid-19 kepada pasangan atau siapa pun.
Berbicara kepada Mirror Online, Dr Simran Deo, seorang dokter yang berbasis di Inggris di Zava UK, juga meminta masyarakat untuk menghindari ciuman dan berbagi makanan dan minuman.
Dia menjelaskan, kondisi seperti coronavirus tersebar melalui tetesan air atau lendir dari hidung dan mulut yang mengandung virus.
“Jadi hal-hal seperti mencium, berjabatan tangan, dan berbagi makanan dan minuman dengan seseorang membuat orang semakin berisiko tertular infeksi,” ungkapnya. (jpg/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria