NEW YORK CITY– Patung Theodore Roosevelt di depan pintu masuk Museum of Natural History, New York, segera tiada. Pemerintah New York City baru saja menyetujui pengajuan penurunan patung tersebut. Keputusan itu merupakan salah satu dampak dari gerakan Black Lives Matter pasca kematian George Floyd.
Presiden Museum of Natural History Ellen Futter mengatakan, keputusan tersebut dibuat murni karena penempatan patung perunggu. Patung bernama Equestrian Statue of Theodore Roosevelt itu menunjukkan sang mantan presiden berkuda, sedangkan pria Indian dan pria kulit hitam berdiri di samping kuda tersebut. ’’Posisi itu mencerminkan hierarki ras yang dianggap mengganggu oleh masyarakat,’’ ungkapnya kepada New York Times.
Sebenarnya, beberapa aktivis meminta patung presiden AS ke-26 itu diturunkan sejak beberapa tahun lalu. Mereka menilai Teddy, sapaannya, punya pandangan rasis karena mendukung teori supremasi gen dan invasi ke Kepulauan Karibia. Upaya tersebut berkali-kali gagal sebelum kematian George Floyd memicu diskusi terkait patung-patung tokoh yang dinilai rasis. (bil/c15/dos)
Editor : izak-Indra Zakaria