Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pesawat Listrik Bersertifikasi Mulai Mengudara

izak-Indra Zakaria • Minggu, 5 Juli 2020 - 17:12 WIB
Photo
Photo

Perusahaan penerbangan Slovenia telah memproduksi pesawat listrik pertama di dunia yang disertifikasi Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA). Pesawat itu mulai mengudara kemarin (3/7). Dan dinilai telah memenuhi standar keselamatan. Artinya, bisa digunakan secara komersial.

Bulan lalu, tepatnya 10 Juni, EASA menyelesaikan sertifikasi pesawat listrik bertipe Pipistrel Velis Electro. Pesawat itu memiliki dua tempat duduk. Mampu terbang hingga 80 menit. Dibangun perusahaan dirgantara yang berkantor pusat di Slovenia.

Pipistrel ditenagai motor listrik melalui dua kemasan baterai. Mampu membawa beban hingga 600 kg. Waktu pengisian ulang bervariasi antara 40–70 menit. Fungsinya dinilai cocok untuk pesawat pelatihan.

“Ini adalah langkah pertama menuju penggunaan komersial pesawat listrik, yang diperlukan untuk membuat penerbangan bebas emisi. Ini jauh lebih tenang daripada pesawat terbang lain dan tidak menghasilkan gas pembakaran sama sekali,” kata CEO Pipistrel Aircraft Ivo Boscarol seperti dilansir euractiv.com.

Direktur Eksekutif EASA Patrick Ky menyebut, pesawat itu sebagai terobosan menarik. Pipistrel menjadi yang pertama dari banyak pesawat listrik yang akan disertifikasi. “Karena industri mengejar teknologi baru untuk mengurangi kebisingan dan emisi," kata dia.

Proses sertifikasi berjalan selama tiga tahun. EASA mengatakan bahwa pengalaman itu telah meningkatkan pemahaman tentang baterai dan sistem kelistrikan pesawat terbang.

Dorongan untuk penerbangan bebas emisi mendapat momentum. Akhir Mei lalu, pesawat Cessna dengan sembilan kursi didorong oleh daya baterai murni. Mampu menyelesaikan penerbangan 30 menit di langit Negara Bagian Washington, AS.

Di Tiongkok, sebuah drone taksi terbang dilaporkan didemonstrasikan untuk pertama kalinya. Ini dapat membawa dua penumpang dan melakukan perjalanan sekitar 100 km per jam. Juga ditenagai oleh baterai. (euractiv.com/reuters/dwi/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria