Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Speedboat BMJ 03 Bisa Tarik ‘Pasar’ Tarakan

izak-Indra Zakaria • 2020-08-24 19:24:13
TEPAT WAKTU: Speedboat BMJ 03 saat mengantar wisatawan dari Tanjung Redeb menuju Maratua.
TEPAT WAKTU: Speedboat BMJ 03 saat mengantar wisatawan dari Tanjung Redeb menuju Maratua.

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata, karena memiliki potensi besar untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu juga sejalan dengan terus bertumbuhnya upaya masyarakat mengembangkan usaha sebagai penunjang pariwisata, salah satunya dengan keberadaan speedboat BMJ 03 dari Koperasi Berau Marine Jaya.  

Ketua DPRD Berau Madri Pani pun mengapresiasi inisiatif Koperasi BMJ milik Forum Komunikasi Maritim Berau (FKMB). Karena dengan keberadaan speedboat BMJ 03, turut memengaruhi peningkatan kunjungan wisatawan ke Bumi Batiwakkal.

“Selama ini, sekitar 75 persen tamu yang datang ke Pulau  Derawan, Maratua, dan lainnya di Berau, kebanyakan melalui Tarakan, Kalimantan Utara,” ujarnya kepada Berau Post, Minggu (23/8).

Dijelaskan Madri, mengapa lebih banyak wisatawan yang datang ke Pulau Derawan dan Maratua, lebih memilih melalui Tarakan, Kaltara. Sebab, wisatawan-wisatawan tersebut tetap mengutamakan kenyamanan. Padahal, lanjut Madri, jika diukur dengan jarak (Mil Laut), untuk menjangkau Derawan dan Maratua, jauh lebih dekat jika berlayar melalui Tanjung Redeb.

Diperkirakannya, estimasi perjalanan menggunakan speedboat rute Tarakan-Derawan sekitar 2,5 jam. Dibandingkan Tanjung Redeb-Derawan yang hanya 1,5 Jam. Itupun melalui alur sungai yang  tidak ada gelombang, hanya saat memasuki perairan Tanjung Batu saja, baru bergelombang. “Tapi sekitar 15 menit saja bergelombangnya,” jelasnya.

Dibanding menggunakan speedboat dari Tarakan, penumpang sudah ‘dikocok’ perutnya selama 2,5 jam. Adakalanya wisatawan yang datang tidak sempat menikmati indahnya pantai dan bawah laut Derawan serta Maratua, karena sudah masuk angin di perjalanan. “Akhirnya, selama di Derawan atau Maratua, hanya muntah-muntah dan akhirnya tiduran saja di penginapan,” katanya.

Itulah, ujar Madri, dengan hadirnya speedboat BMJ 03, tentu memberikan angin segar buat wisatawan asing maupun lokal, untuk mendapatkan perjalanan yang tak kalah nyaman melalui Tanjung Redeb. “Tak perlu jauh-jauh lagi ke Kaltara, bahkan biaya bisa jauh lebih murah,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Berau juga diuntungkan, dengan mulai beralihnya pilihan wisatawan yang sebelumnya banyak memilih melalui Tarakan, kini ke Tanjung Redeb. “Jadi hotel-hotel, rumah makan di Tanjung Redeb juga terkena imbasnya. PAD jadi meningkat,” ujarnya.

“Mungkin saja kalau kesempatan ini tidak ditangkap cepat oleh Berau Maritime Community, maka akan semakin meluas dan terbuka turis yang datang melalui Tarakan. Dan tidak menutup kemungkinan apabila  Derawan dan Maratua justru mengharumkan nama Kaltara, bukan Kaltim,” sambung politikus Partai NasDem ini.

Dengan kehadiran BJM 03 wisatawan yang ke Derawan dan Maratua, bisa menikmati Keberangkatan dan ketibaan tepat waktu, dan paling penting mengutamakan kenyamanan dan keamanan. “Kami sangat mengapresiasi. FKMB bergerak cepat melalui Koperasi BMJ untuk menangkap peluang ini sebelum terlambat,” tuturnya.

Menurutnya, sudah semestinya mengedepankan persaingan pelayaran yang benar-benar prima sesuai dengan harapan masyarakat. Karena yang diutamakan masyarakat adalah keamanan dan kenyamanan. Sehingga ia menilai  prosedural kelayakan menjadi prioritas. “Kapan Berau ini bisa maju kalau tidak ada persaingan yang sehat. Jadi jangan lihat keberadaan speed-nya, tapi lihat dampak dominonya terhadap masyarakat dan daerah tentunya,” tegasnya.

Apalagi, tambah Madri, Berau sudah harus memikirkan pengembangan sektor lain di luar batu bara, sebagai penopang utama pendapatan daerah. “Jadi  objek wisatalah yang kita tingkatkan,” tutupnya. (mar/udi)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Berau