TANJUNG REDEB – Seorang warga Tanjung Redeb yang menjadi peserta program pensiun BNI Simponi, gagal pulang ke kampung halamannya Surabaya, Jawa Timur. Penyebabnya, dana pensiun yang ditabung melalui program tersebut selama bekerja di salah satu perusahaan swasta di Berau, tak kunjung bisa dicairkan.
Ambar yang ditemui beberapa waktu lalu menuturkan, dirinya sudah mengajukan pengunduran diri di tempatnya bekerja, sejak beberapa bulan lalu. Setelah mengundurkan diri, dirinya berniat mencairkan tabungan pensiunnya melalui program BNI Simponi, untuk bekal pulang kembali ke kampung halamannya di Surabaya. Namun sejak 13 Juli lalu dirinya mengajukan pencairan Simponi, dirinya justru merasa dipersulit dengan lamanya proses pencairan BNI Simponi.
“Saya sudah beberapa kali ke BNI, tapi jawaban orang BNI-nya belum terus,” katanya.
Ia menuturkan, awalnya dirinya mengajukan berkas pencairan BNI Simponi pada 10 Juli lalu. Namun karena ada persyaratan yang kurang, maka dirinya diminta melengkapi terlebih dahulu oleh pihak bank. Makanya, Ambar kembali ke BNI dengan membawa kelengkapan berkas, agar tabungan pensiunnya bisa dicairkan. “Pas tanggal 13 Juli itu sudah dianggap lengkap berkasnya. Saya dijanjikan pencairannya paling lambat 14 hari kerja. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian kapan bisa cair,” ungkapnya.
“Sudah berapa kali saya tanyakan langsung ke BNI, tapi tidak jelas juga. Terakhir ke sana, saya juga digantung. Tidak ada jawaban pasti kapan akan dilakukan pencairan. Padahal istri saya di kampung mau melahirkan. Saya mau pulang,” sambungnya.
Ia mengaku kecewa dengan pelayanan bank berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
“Sangat kecewa. Saya sudah kangen sama istri. Apalagi dia mau melahirkan, saya tidak pegang uang. Hanya ini harapan saya supaya bisa pulang ke Jawa,” tuturnya.
Sementara itu, sejak pekan lalu media ini sudah mencoba beberapa kali meminta konfirmasi pihak BNI Cabang Tanjung Redeb. Namun tak juga mendapat penjelasan mengenai keluhan nasabahnya itu. Seperti saat pertama kali upaya konfirmasi coba dilakukan, pihak bank melalui sekuriti yang bertugas, menyebut pimpinan cabangnya sedang berada di luar daerah. Sehingga harus menunggu beberapa hari untuk bisa mengonfirmasi, saat pimpinan cabangnya sudah ngantor lagi. Namun saat kembali pada hari yang dijanjikan, pihak bank kembali meminta waktu untuk menelusuri progres pencairan dana pensiun yang ditanyakan, dan berjanji untuk memberikan penjelasan pada Jumat (28/8) lalu.
Tapi lagi-lagi, saat media ini kembali mencoba meminta konfirmasi sesuai hari yang dijanjikan, pihak BNI hanya mempertanyakan data nasabah yang mengajukan pencairan Simponi, namun tidak bersedia memberikan penjelasan mengenai lambatnya proses pencairan tabungan pensiun tersebut. (hmd/udi)
Editor : uki-Berau Post