FASILITAS pendidikan harusnya merata di Tanah Air. Termasuk Samarinda yang notabene ibu kota Kaltim. Namun, realita di lapangan sangat berbeda. Banyak fasilitas pendidikan yang tidak mumpuni. Termasuk di Loa Kumbar.
Sekolah Dasar (SD) Filial 005 yang diresmikan 9 Juli 2012 lalu menjadi sekolah satu-satunya. Bangunannya berstatus pinjam pakai dengan PT Anugerah Aliansi Investama yang bangkrut sejak 2006. "Awalnya kalau sekolah SD harus nyeberang sungai ke Kukar. Bukanya sewaktu Pak Syaharie Jaang (wali kota Samarinda) resmikan masjid di sini Februari 2012. Setelah itu, Disdik diminta buka SD di Loa Kumbar," kata Kepsek SD Filial 005 Abdullah. Sayangnya, setelah diresmikan, SD itu jauh dari perhatian. Hanya ada lima ruangan yang digunakan. Untuk menyiasati ruangan terbatas, setiap ruangan bisa digunakan dua kelas berbeda. Hanya bersekat papan saat proses belajar.
Gedung yang kini berusia 34 tahun itu juga dihiasi retak pada tembok dan bocor di atap. Tentunya membuat proses belajar 38 murid kurang nyaman. Ketika hujan, belajar semakin tidak kondusif. Tetesan air sudah pasti membasahi meja, kursi, dan lantai sekolah. "Kalau hujan memang bocor. Jadi, kursi dan meja digeser," jelas pria 52 tahun itu. "Sebelumnya lebih parah, lantai yang dari kayu itu sudah bolong-bolong, jadi ada saja murid yang jatuh. Namun, sudah diperbaiki," sambungnya.
Abdullah sebenarnya telah berupaya mengajukan peremajaan gedung. Bahkan hingga melakukan mediasi dengan instansi terkait dan legislatif. Namun, usahanya terbentur karena gedung dan status kepemilikan tanah bukan milik pemerintah.
"Permasalahan itu sudah pernah saya sampaikan, tapi bermasalah payung hukum. Artinya tanah itu masih punya perusahaan. Jadi, untuk bangun gedung terkendala aturan. Katanya pemerintah begitu," beber pria kelahiran Loa Kumbar itu.
Harapan Abdullah untuk memberikan fasilitas pendidikan muridnya pupus. Upaya yang bisa dilakukan hanya secara mandiri, bersama warga sekitar. "Alhamdulilah ada juga pihak lain membantu. Kalau dari pemerintah susah," tandasnya. (timKP)
Editor : izak-Indra Zakaria