Oleh : Yani Astutik
Kepala SDN 001 Bontang Utara- Fasda MBS Kota Bontang
Badai pandemi Covid-19 yang Maret lalu menerpa Indonesia, mengharuskan seluruh fasilitas umum termasuk sekolah untuk mengurangi bahkan menghilangkan aktivitas tatap mukanya. Kami yang ada di tengah hutan belantara Kaltim pun tak terkecuali terkena imbasnya.
Awal pandemi adalah masa - masa yang sulit karena strategi terjitu harus dicari dan diimplementasikan supaya pembelajaran dan program sekolah tak terhenti.
Alhamdulillah, dengan melibatkan semua guru, tenaga kependidikan, paguyuban kelas, komite sekolah, dan seluruh pengambil kebijakan, masa pandemi dapat dilalui dengan baik.
Berikut adalah 3 K, yang merupakan 3 langkah konkrit yang dilakukan SD 001 Bontang Utara guna meningkatkan peran serta masyarakat di sekolah dan menyukseskan program - program sekolah di masa pandemi ini.
Pertama ialah komunikasi. Komunikasi yang baik perlu dijalin secara intensif dengan seluruh warga sekolah dan pengambil kebijakan. Komunikasi dengan guru dan tendik tentang strategi dan langkah - langkah penyampaian pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus dijalin secara kontinyu.
Rapat evaluasi PJJ secara daring dan luring rutin dilakukan guna mengetahui perkembangan siswa, materi pelajaran, sekaligus masalah yang dihadapi, dan alternatif solusinya.
Selain itu, di awal pandemi, kepala sekolah dan guru telah mengomunikasikan cara, platform, serta strategi PJJ kepada orang tua sehingga orang tua dapat lebih "melek" IT, paham kebutuhan guru dan siswa. Hal ini membuat PJJ yang awalnya terasa sulit, menjadi mudah dan menyenangkan untuk diikuti oleh siswa.
Komunikasi dengan pengambil kebijakan, seperti Disdikbud Kota Bontang, Kelurahan Bontang Kuala, Puskesmas Bontang Utara, pun tetap dijalin sehingga program pendidikan seperti persiapan AKM, UBKD, Program kesehatan, kebersihan, dan keamanan lingkungan sekolah tetap dapat berjalan walau di masa pandemi.
K yang kedua yakni, kerjasama. Kerjasama sekolah dalam pembelajaran terjalin terutama dengan orang tua, paguyuban kelas, dan komite sekolah.
Sekitar 60 persen siswa SD 001 Bontang Utara tinggal di perkampungan atas laut Bontang Kuala. Beberapa dari mereka sama sekali tidak memiliki gawai pintar atau perangkat pendukung IT lainnya.
Oleh karena itu, pembelajaran luring menjadi pilihan. Paguyuban kelas dan komite sekolah membantu pengambilan dan pengumpulan materi dan penugasan siswa ke sekolah, membagikan ke siswa, dan kemudian mengumpulkan kembali ke sekolah.
Guru kunjung pun menjadi salah satu alternatif pembelajaran luring. Baik orang tua, paguyuban, dan komite sekolah membuka keran kerjasama seluas - luasnya untuk program pembelajaran luring ini.
Sehingga 555 siswa yang dimiliki SD 001 Bontang Utara dapat terakomodasi dengan baik PJJnya. Kerjasama yang tak kalah indah terjalin bersama orang tua ketika lomba - lomba antar sekolah digelar. Orang tua dengan sangat setia menemani, mendampingi, serta menjadi supporter terbaik bagi putra - putrinya yang berlomba mewakili SD 001 Bontang Utara.
Sangat bersyukur, prestasi mengagumkan ditorehkan siswa - siswi Bontang Kuala dalam ajang KOSN dan FLS2N di masa pandemi ini. Ananda Raditya sukses menjadi Juara 1 KOSN Cabang Lomba Pencak Silat dan Event IPSI se-Kota Bontang, dan berhak mewakili Kota Bontang di tingkat provinsi.
Ananda Aura, Enggar, dan Maria juga sukses meraih Juara 1 Lomba Tari Daerah pada event FLS2N dan mewakili Bontang ke tingkat provinsi. Di ajang FLS2N Cabang Tari Bercerita, Ananda Keke sukses meraih Juara ke-3 se-Kota Bontang.
Sungguh prestasi yang membanggakan kami, karena siswa - siswi kami dengan dukungan dan kerjasama orang tua dapat terus berprestasi walau di masa pandemi.
Di masa pandemi ini, kemampuan perekonomian banyak pihak, tak terkecuali pemerintah sangatlah terimbas. Pihak sekolah pun harus memutar otak bagaimana dengan pendanaan yang terbatas namun program serta kebutuhan sekolah dapat tetap terpenuhi.
Maka kunci K ketiga adalah kemitraan dengan pengambil kebijakan, baik pemerintah maupun swasta menjadi langkah utama dan pertama yang dilakukan.
Dengan pihak pemerintah, sekolah menyampaikan kebutuhan dan kondisi sekolah. Keterbukaan ini disampaikan saat Musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) Kelurahan Bontang Kuala yang berlanjut ke tingkat kota dengan DPRD Kota Bontang. Dimana hasilnya keperluan sekolah, seperti rehabilitasi gedung aula sekolah pun dapat terlaksana karena penyampaian di event tersebut.
Lalu keterbukaan dan respon yang cepat di Dapodik sekolah dan pendataan Disdikbud Kota Bontang, membuat SD 001 Bontang Utara mendapatkan bantuan peralatan TIK berupa laptop, lcd projektor, dan WiFi router untuk penunjang pelaksanaan AKM tahun 2021.
Kemitraan yang tak kalah penting adalah dengan dunia usaha dan dunia industri dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia, yang telah memberikan bantuan sarana cuci tangan siswa melalui program CSRnya.
Begitu pula PT Kaltim Methanol Industry memberikan pelatihan penulisan dan berliterasi bagi guru - guru. Yang terakhir, dan terpenting, adalah kemitraan dengan Tanoto Foundation. Bergabung menjadi salah satu sekolah mitra Program Pintar Tanoto Foundation, telah banyak membantu guru dan kepala sekolah SD 001 Bontang Utara untuk terus berkarya, berprestasi, dan tak boleh menyerah terhadap pandemi. Banyak ide, masukan, dan pencerahan bagi sekolah kami dari hasil pendampingan yang dilakukan oleh Program Pintar Tanoto Foundation. (pms/lil)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan