Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sensus BPS terhadap Jumlah Penduduk Balikpapan, Setahun Bertambah 130 Ribu Jiwa

izak-Indra Zakaria • Kamis, 28 Januari 2021 - 18:35 WIB
Balikpapan tampak dari ketinggian.
Balikpapan tampak dari ketinggian.

BALIKPAPAN – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis hasil sensus penduduk 2020 (SP2020). Dalam hasil tersebut, tercatat sekitar 688.318 jiwa penduduk di Balikpapan.

Disampaikan oleh Kepala BPS Balikpapan Achmad Zaini, sebanyak 90,96 persen atau 626.076 penduduk berdomisili sesuai kartu keluarga atau KTP. Sedangkan sisanya, yakni 9,04 persen atau sejumlah 62.242 penduduk lainnya berdomisili tidak sesuai KK atau KTP. Lanjutnya, jumlah ini mengindikasikan banyak penduduk yang bermigrasi dari satuan lingkungan setempat (SLS) tempat tinggal mereka.

“Jumlah penduduk di Balikpapan terus mengalami peningkatan dibandingkan sensus sebelumnya. SP2020 mencatat, jumlah penduduk bertambah sebanyak 130.739 jiwa,” ujarnya.

Dia menyebutkan, bahwa jumlah tersebut sesuai dengan fakta di lapangan. Dikarenakan, sensus dilakukan dengan cara online, wawancara dan mendatangi ke rumah langsung penduduk. Sesuai fungsinya, sensus penduduk dilakukan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia.

Zaini mengungkapkan, capaian 90,96 persen atau 626.076 penduduk berdomisili sesuai kartu keluarga/KTP merupakan yang paling tinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan lebih baik dibanding sensus sebelumnya. Sementara, sisanya masih perlu kesadaran dari masyarakat untuk melaporkan diri kepada RT setempat apabila melakukan pindah, atau perubahan status kartu keluarga.

Mengacu pada hal ini, dirinya berharap agar sejumlah masyarakat yang belum memiliki domisili sesuai kartu keluarga/KTP dapat aktif dan turut serta, dalam status kependudukannya. Dengan segera melapor kepada ketua RT atau pemerintah setempat.

Di samping itu, hal tersebut dinilai dapat membantu pemerintah dalam membuat kebijakan. Salah satunya dalam hal penyaluran bantuan.

"Bantuan dalam bentuk apa pun. Baik dari pemerintah pusat, daerah atau pemerintah kota, sehingga tidak ada data yang salah," tutupnya. (*/okt/rdh/k15)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Seputar Balikpapan