Balikpapan kembali akan menerima vaksin pada minggu ketiga Februari. Meski hingga kini masih terus menunggu dan belum ada kabar pasti jumlah kuota vaksin yang tiba.
BALIKPAPAN – Pelaksanaan vaksin tahap kedua di Kota Minyak masih menunggu kabar pemerintah pusat. Sejauh ini sesuai rencana awal, Balikpapan akan menerima vaksin pada minggu ketiga Februari. Meski hingga kini masih terus menunggu dan belum ada kabar pasti jumlah kuota vaksin yang tiba.
“Pemetaan kelompok sasaran juga sudah kita kirim ke pusat. Tapi, kuota pastinya Balikpapan belum ada kabar,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty. Dia bercerita, proses pendataan calon penerima vaksin tahap kedua, yakni petugas pelayanan publik berlangsung hingga 13 Februari.
“Total data yang kita kirim sebanyak 22.494 jiwa,” ucap perempuan yang kerap disapa Dio tersebut. Sebagai informasi, vaksinasi tahap kedua akan menyasar lansia dan pelayanan publik. Seperti pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, dan lainnya.
Namun dari data yang sudah dikirim ke pemerintah pusat, ternyata masih banyak personel di sektor pelayanan publik yang belum terdata keseluruhan. “Belum termasuk jasa transportasi, lama kita tunggu sampai lewat deadline belum masuk datanya,” sebutnya. Sehingga, data yang diterima pusat belum maksimal.
“Pedagang pasar sudah masuk, ada beberapa bolong tidak ada nomor induk kependudukan (NIK). Tapi, tetap kita kirim saja,” tuturnya. Mengatasi data yang belum lengkap, pihaknya sampai saat ini masih terus melakukan pendataan. Terutama bagi sektor-sektor pelayanan publik yang belum terdata.
“Sekarang kita terus siapkan dan cari lagi instansi vertikal yang belum terdata. Mereka tidak mungkin balik ke Jakarta hanya untuk vaksin,” ungkapnya. Maka, kemungkinan besar personel di instansi vertikal akan menerima vaksin di Kota Beriman. Sehingga, nanti masih ada pengiriman data susulan ke pemerintah pusat.
Dio menjelaskan, Pemprov Kaltim memiliki target sasaran vaksinasi kepada lansia dan pelayanan publik sebesar 557.674 jiwa se-Kaltim. “Tapi ini target provinsi, belum ada perhitungan khusus Balikpapan. Jadi, ini perhitungan mereka (Pemprov Kaltim), sedangkan kita belum tahu pusat bisa kasih berapa dosis,” bebernya.
Sementara itu, hingga kini laporan pencapaian vaksinasi tenaga kesehatan (nakes) dosis pertama di Balikpapan yang sudah selesai sebanyak 5.909 orang atau 102,6 persen. Sedangkan untuk nakes dosis kedua telah berlangsung sejak Jumat (12/2) sudah mencapai 3.937 orang atau 68,36 persen.
“Dalam vaksinasi sesi kedua sudah dimulai vaksinasi pada lansia, termasuk penderita comorbid terkontrol. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada efek yang kita lihat,” katanya. Dio menegaskan, semenjak vaksinasi berjalan dari awal hingga kini tidak ada gejala atau efek yang muncul dirasakan penerima.
Kemudian, kini sudah dibuka lagi kesempatan bagi nakes yang sempat tertunda menerima vaksin. Tertunda karena penyakit seperti contohnya hipertensi yang membuat mereka tidak bisa menerima vaksin sesuai jadwal. “Batasan awalnya dari 140/90, tapi sekarang sudah diperluas bisa 180/110,” ungkapnya.
Dio menambahkan, nakes dengan penyakit penyerta atau comorbid berstatus terkendali. Mereka juga konsumsi obat. “Sejauh ini, belum ada vaksinasi di luar nakes,” tutupnya. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria